Reses DPRD di Klapanunggal: Warga Primavera Residence Tekan Urgensi Jalan, Air, dan Janji Tindak Lanjut

BOGOR— Warga Perumahan Primavera Residence, Desa Bojong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, memanfaatkan momentum Reses Anggota DPRD Kabupaten Bogor Masa Sidang II (Dua) Tahun 2025–2026 untuk menyuarakan langsung persoalan yang selama ini mereka hadapi. Mulai dari kondisi jalan lingkungan yang rusak, drainase yang tak berfungsi optimal, hingga minimnya perhatian terhadap kawasan perumahan yang berkembang pesat namun tertinggal dari sisi infrastruktur dasar.
Reses yang digelar pada Selasa (10/2/2026) itu dihadiri Candra Kusuma, S.T, Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Daerah Pemilihan II (Dua), Fraksi Partai Demokrat. Kegiatan berlangsung sederhana di bawah tenda biru, namun sarat dengan keluhan nyata warga yang disampaikan secara terbuka dan lugas.
“Kalau hujan, air menggenang. Jalan jadi licin dan rusak. Ini bukan soal kenyamanan saja, tapi keselamatan,” ujar Apriadi, Ketua RW 10, yang diamini warga lainnya. Menurutnya, laporan dan usulan sudah berulang kali disampaikan melalui jalur administrasi, namun realisasi di lapangan masih minim.

Keluhan serupa disampaikan Transna, Ketua RT 01, yang menilai wilayahnya kerap luput dari prioritas pembangunan. “Kami ini bukan tidak mau bersabar. Tapi setiap tahun reses, masalahnya itu-itu lagi. Warga ingin kepastian, bukan janji,” katanya dengan nada tegas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Pemerintah Desa Bojong, Kasi Pemerintahan (Kasie Pem), Kepala Dusun Zuki, serta perwakilan Sekretariat Ranting Partai Demokrat Desa Bojong, Muji. Kehadiran unsur desa dan partai ini menjadi penting, karena warga berharap aspirasi yang disampaikan tidak berhenti sebagai catatan formal, tetapi benar-benar dikawal hingga masuk dalam program nyata.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Candra Kusuma menegaskan bahwa reses bukan agenda simbolik, melainkan ruang konstitusional bagi warga untuk menyampaikan suara mereka secara langsung. Ia mengakui masih banyak wilayah di Klapanunggal yang membutuhkan perhatian serius, terutama di sektor infrastruktur lingkungan.
“Apa yang disampaikan warga hari ini adalah kebutuhan dasar. Jalan, drainase, dan fasilitas lingkungan adalah hal yang menyentuh kehidupan sehari-hari. Ini akan kami bawa dan perjuangkan dalam pembahasan di DPRD,” ujar Candra di hadapan warga.

Namun bagi warga Primavera Residence, komitmen tersebut diharapkan tidak berhenti pada forum reses. Mereka menuntut tindak lanjut yang jelas dan terukur. “Kami tidak menuntut muluk-muluk. Yang penting ada perubahan, meski bertahap,” ungkap salah seorang warga yang hadir.
Reses kali ini memperlihatkan bahwa jarak antara kebijakan dan realitas masih terasa di tingkat tapak. Di tengah pembangunan Kabupaten Bogor yang terus digenjot, suara warga Bojong menjadi pengingat bahwa pemerataan pembangunan belum sepenuhnya dirasakan.
Bagi warga, reses bukan sekadar pertemuan tahunan, melainkan ujian nyata sejauh mana wakil rakyat benar-benar hadir dan berpihak pada kebutuhan paling mendasar masyarakatnya.
Acara diakhiri dengan doa bersama, namun wajah warga menunjukkan harapan terhadap tindak lanjut yang lebih konkret. Mereka menyadari proses birokrasi, tetapi meminta agar suara mereka tetap menjadi prioritas—bukan sekadar wacana.
Reses di Primavera Residence menjadi cermin bahwa aspirasi rakyat tidak boleh berhenti di forum. Warga Desa Bojong menunggu bukti nyata.(Agung DS)



