PENDIDIKAN

Lecehkan Kepala Disdik Kab Bogor, Ketua IGTKI Lakukan Pemotongan Insentif Guru?

BOGOR – Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, patut diduga kuat telah meleecehkan Kepala Dinas (Disdik ) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terkait adanya pemotongan dana Sertifikasi dan Insetif guru-guru Taman-kanak se Kabupaten Bogor, selaku penerima.

“Adalah Ketua IGTKI Kabupaten Bogor, yang patut diduga kuat telah melecehkan Disdik Kab Bogor, dengan melakukan pemotongan dana Sertifikasi dan Insetif guru-guru Taman Kanak-kanak se Kabupaten Bogor, selaku penerima,” ujar, Ambar, bukan namanya sebenarnya, kepada awak media ini, Jumat (22/8/25) lalu di Bogor.

“Padahal, pemotongan insentif guru-guru TK selaku penerima tersebut, sangat dilarang dengan dalih apapun. Pemotongan biasanya dilakukan tidak lama setelah para guru menerima insentif dengan dalih untuk kegiatan  pelatihan-pelatihan,” imbuhnya.

Menurut Ambar, bahwa pemotongan biasanya dilakukan tidak lama setelah para guru menerima insentif dengan dalih untuk kegiatan pelatihan-pelatihansebagai contoh adalah Kegiatan Workshop Media Clay yang belansun di Gedung Serba Guna,Pemerintah Kabupaen Bogor, Jumat (21/8/245) lalu.

Dijelaskannya, insentif para guru pemegang sertifikasi turun pada bulan Juli 2025, melalui Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Kabupaten Bogor. Ditransfer langsung ke Rekning masing-masing guru sebesar Rp1,2 juta per guru per semester. Dalam satu tahun guru menerima insentif sebanyak dua kali atau total Rp2,4 juta.

Bukti terdapat pemotongan, kata Ambar yang dilakukan tidak lama setelah para guru menerima insentif dengan dalih untuk kegiatan pelatihan. Hal itu dapat dilihat pada Surat Pengurus IGTKI Kabupaten Bogor, No 256.B/Org/IGTKI-PGRI/P.Kab/VIII/2025, Tanggal 18 Agustus 2025, tertanda Ketua Riyatmi dan Sekretaris.

“Perihal surat adalah Pelatihan Clay sebagaimana tertulis pada Surat Pengurus IGTKI Kabupaten Bogor, yang ditujukan kepada Ketua Cabang IGKI I-X1X se Kabupaten Bogor. Pada surat tersebut terdapat lampiran satu lembar, tandasnya

“Lampiran berisi antara lain, biaya untuk kegiatan sebesa Rp100.000,00 per guru, tambahan Rp25.000,00 untuk makan siang jika ada pesanan. Biaya tersebut untuk mendapatkan 2 set clay, kertas media, crayon 12 warna, block note, pulpen, dan sertifikat. Dan uang pembinaan, tambah Ambar.

Diakhir kegiaan akan diadakan penilaian hasil pelatihan untuk mendapatkan piala juara I, II, III, harapan I, II, III nominasi dan uang pembinaan Juara I, II, III, masing-masing sebesar Rp750 ribu, Rp500 ribu, dan Rp400 ribu.

Untuk harapan I, II, III, msing-masing mendapatkan sebesar Rp350 ribu, Rp300 ribu dan Rp20 ribu. Tak hanya juara dan harapan yang mendapatkan uan pembinaan, terhadap nominator juga diberikan uang masing-masing sebesar Rp200 ribu.

Menurut salah seorang peserta dari salah satu Cabang IGTKI yang engan disebutkan namanya mengatakan, kegiatan Workshop Media Clay untuk Guru Se kabupaten Bogor tesebut dengan nara sumber Grebble ada sponsornya. Dan pelaksana kegiatan dipercayakan kepada Event Organizer (EO).

Masih menurutnya, kegiatan workshop yang digelar pada tangal 22 Agusus 2025 tersebut, merupakan kegiatan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Karenanya, pembukaan acara kegiatan adalah Kepala Dinas Pendidikan yang diwakilkan kepada Kepala Bidang Pendidkan Anak Usia Dini (PAUD), Siswanto.

Sejauhmana kebenarannya, saat dikonfirmasi Siswanto membantah dengan mengatakan, kegiatan Worshop Media Clay bukan mrupakan kegiatan Dinas Pendidikan, Bidang PAUD. Itu merupakan kegiatan dari IGTKI-PGRI Kabupaten Bogor. Siswanto lalu meminta awak media ini untuk mengkonfirmasi ke Ketua IGTKI.

Sementara itu, Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Bogor, Riyatmi yang hendak dikonfimasi saat di telepon melalui elepon selulernya, Jumat itu tidak merespon. Namun saat dikonfirmasi melalui WhatsApp (WA) menjawab dengan mengatakan, “Pak maaf baru buka ini aku LG sakit tenggorokan jadi nggak bisa tlpn”.(Ahp)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *