RAGAM

Rapat Pembentukan Panitia HUT RI ke-80 di Desa Babakan Madang, Kades Deni Nugraha Ajak Warga Bersatu

BOGOR — Suasana semangat kebersamaan dan gotong royong sangat terasa dalam Rapat Pembentukan Panitia HUT Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia yang digelar di Kantor Desa Babakan Madang, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Rapat yang dipusatkan di wilayah Jayanti ini, menjadi momen awal bagi seluruh unsur masyarakat desa untuk bersiap menyambut hari bersejarah tersebut.

Acara rapat dihadiri langsung oleh Kepala Desa Babakan Madang, Ir. Deni Nugraha, Kepala Dusun 2 Rahmat, serta perwakilan RW 01 hingga RW 06, dan seluruh perangkat desa. Agenda utama dalam rapat ini adalah menyusun kepanitiaan dan menyerap aspirasi masyarakat dalam merancang berbagai kegiatan yang akan memeriahkan peringatan 17 Agustus 2025.

Dalam sambutan pembukaannya, Kades Deni Nugraha secara terbuka menyampaikan bahwa alokasi dana yang tersedia untuk perayaan tahun ini hanya sebesar Rp. 7 juta. Meskipun dengan dana terbatas, hal ini tidak menyurutkan semangat gotong royong masyarakat.

“Dana kita memang terbatas, hanya 7 juta rupiah. Tapi semangat kita untuk memperingati hari kemerdekaan tidak boleh terbatas. Oleh karena itu, saya minta usulan dari Kadus dan para RW, kegiatan apa saja yang bisa kita adakan, tentunya sesuai dengan kemampuan anggaran,” ujar Deni di hadapan peserta rapat.

Deni juga mengusulkan agar perayaan HUT RI ke-80 diwarnai oleh karnaval antar-RW yang menampilkan busana adat tradisional dari berbagai daerah. Ia juga mendorong digelarnya pawai dongdang tradisional yang melibatkan partisipasi aktif dari siswa-siswa dan warga desa.

Tak hanya itu, Takbir Akbar juga menjadi agenda penting yang akan dilaksanakan pada malam tanggal 16 Agustus. Mengenai siapa penceramahnya, Kades Deni membuka ruang musyawarah dan partisipasi warga dalam menentukan tokoh agama yang akan diundang.

“Saya ingin acara kita bernuansa budaya, religius, tapi tetap mengedepankan kebersamaan. Dongdang bisa jadi simbol kekompakan antarwarga. Takbir Akbar juga bisa mempererat ukhuwah kita,” tambahnya.

Dalam forum tersebut, satu per satu Kadus dan RW menyampaikan usulan, masukan, dan harapan mereka terkait kegiatan yang akan digelar. Mayoritas sepakat bahwa acara harus melibatkan anak-anak, remaja, hingga warga lanjut usia agar seluruh elemen masyarakat bisa merasakan semaraknya HUT RI ke-80.

Beberapa usulan yang muncul di antaranya:

  • Lomba anak-anak: balap karung, makan kerupuk, tarik tambang
  • Lomba ibu-ibu: memasak dan senam kreasi
  • Pertunjukan seni budaya lokal
  • Pengajian dan doa bersama menjelang hari H

Rapat berlangsung dalam suasana demokratis dan terbuka. Deni Nugraha menegaskan bahwa seluruh keputusan dan pelaksanaan kegiatan akan berbasis musyawarah serta kesanggupan masing-masing wilayah.

“Kita ingin semua kegiatan ini bukan hanya dilihat sebagai rutinitas tahunan, tapi momentum mempererat silaturahmi, dan memperkokoh cinta tanah air kita,” tutupnya.(Agung DS)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *