KERJA BAKTI HUT RI KE-80 & ULANG TAHUN KRL SAYUNAN KE-5: KADES SUKAHATI TURUN LANGSUNG ANGKAT SAMPAH

BOGOR – Aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan oleh Kepala Desa Sukahati, Endang Gunawan, yang turun langsung memimpin kerja bakti massal di Kampung Sangkali, RW 03, Desa Sukahati, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Minggu (21/07/2025). Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 sekaligus memperingati ulang tahun ke-5 Komunitas KRL Sayunan.
Kerja bakti ini bukan sekadar seremonial. Ratusan warga dari RT 01, RT 02, dan RT 03 turut terlibat aktif dalam membersihkan selokan dan got-got. Turut hadir dan ikut bekerja langsung di lapangan, Ketua RW 03 Obay Basuni, para ketua RT setempat, serta tokoh masyarakat Kampung Ranah, Maksudi.

Seluruh warga membawa peralatan masing-masing, mulai dari cangkul, sekop, karung sampah, hingga alat penyedot air manual. Mereka menyusuri saluran air yang sebagian besar telah berubah menjadi genangan akibat mampet oleh sampah rumah tangga seperti plastik, kain bekas, popok bayi, dan sisa makanan. Bahkan, beberapa titik drainase tampak tidak berfungsi selama bertahun-tahun.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sukahati Endang Gunawan menyampaikan rasa bahagianya atas semangat gotong royong yang ditunjukkan warganya.
“Saya sangat senang dan bangga melihat warga Kampung Sangkali kompak dan peduli terhadap lingkungannya. Ini bentuk cinta tanah air yang sesungguhnya—kita bersihkan lingkungan kita sendiri. Jika selokan lancar, banjir bisa dihindari, dan warga hidup lebih sehat,” ucapnya sambil mengangkat timbunan sampah dari got yang tersumbat.
Namun, di balik rasa senangnya, Kades Endang juga menyimpan keprihatinan mendalam. Ia menyoroti masih adanya warga yang membuang sampah sembarangan ke selokan, yang pada akhirnya memicu banjir dan mengancam kesehatan lingkungan.

Ketua RW 03 Obay Basuni menyatakan bahwa kegiatan kerja bakti ini tidak boleh berhenti hanya saat peringatan HUT RI atau ulang tahun komunitas.
“Mulai bulan depan, kerja bakti akan jadi kegiatan wajib, walaupun selokan aliran air sudah tidak mampet lagi. Setiap RT harus punya jadwal rutin bersih-bersih, terutama di wilayah selokan dan titik-titik rawan genangan air,” tegas Obay.
Ia juga mendorong agar pengelolaan sampah di setiap RT dimaksimalkan lagi, dengan menyediakan bak penampungan sementara di depan rumah warga. Hal ini bertujuan untuk menghindari pembuangan langsung ke saluran air dan mempercepat proses pengangkutan oleh petugas.
Sementara itu, Ketua Lingkungan Kampung Ranah, Maksudi, menekankan bahwa kerja bakti harus dimaknai lebih dari sekadar bersih-bersih fisik.
“Ini soal mental. Soal kesadaran kolektif. Kalau hari ini kita angkat sampah, tapi besok warga buang lagi ke got, itu namanya tidak sadar. Lingkungan yang bersih itu butuh tanggung jawab, bukan cuma tenaga,” ujarnya lantang.
Maksudi menambahkan bahwa perubahan besar dimulai dari perubahan kecil, seperti kesediaan warga untuk memilah sampah, menampungnya dengan benar, serta mengingatkan tetangga yang masih abai.
Kerja bakti menyambut HUT RI ke-80 dan HUT ke-5 KRL Sayunan ini menjadi simbol kepemimpinan yang nyata dari Kades Endang Gunawan. Ia tidak hanya mengarahkan dari balik meja, tetapi hadir di tengah masyarakat, memegang sekop, dan menyatu dalam peluh warganya.
Namun lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pemicu transformasi budaya lingkungan di Desa Sukahati, terutama di Kampung Sangkali. Pemerintah desa pun sedang menyusun program edukasi lingkungan, termasuk dengan menggandeng sekolah-sekolah dan majelis taklim, agar kesadaran lingkungan tumbuh sejak dini.
“Lingkungan yang bersih, air yang lancar, dan masyarakat yang sehat – itu cita-cita kita. Tapi semua itu tidak akan tercapai tanpa kebersamaan dan kesadaran,” pungkas Kades Endang, menutup kegiatan dengan penuh harap.(Agung DS)



