Refleksi Imlek 2577, Ketum Sekber IPJT: Pererat Persatuan dan Integritas Pers

BREBES – Menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Ketua Umum Sekber Insan Pers Jawa Tengah (IPJT), Firdaus Andika, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai simbol pembaruan diri. Selain pesan damai, ia menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial dan profesionalisme media di tengah keberagaman, Senin (16/2/2026).
Dalam pernyataan resminya, Firdaus menyebut bahwa Imlek merupakan refleksi untuk memperkuat tali silaturahmi yang menjadi fondasi persatuan bangsa, khususnya di wilayah Jawa Tengah.
“Atas nama pribadi dan keluarga besar Sekber IPJT, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Imlek 2577. Semoga di tahun shio ini, kita semua dianugerahi kesehatan, kebahagiaan, serta kesejahteraan yang melimpah,” ujar Firdaus.
Menjaga Harmoni di Tengah Arus Informasi
Sebagai tokoh literasi media, Firdaus menyoroti tantangan masyarakat dalam menyaring informasi di era digital. Ia mengimbau warga agar tetap kritis namun tetap menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama yang selama ini menjadi identitas kuat masyarakat Jawa Tengah.
Lebih lanjut, ia memberikan catatan khusus bagi insan pers agar tetap tegak lurus pada aturan profesi dalam mengawal isu-isu sensitif terkait keberagaman.
“Di tengah perayaan yang penuh sukacita ini, kami mengingatkan rekan-rekan media untuk tetap memegang teguh Kode Etik Jurnalistik (KEJ) sesuai UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pers harus hadir sebagai jembatan informasi yang menyejukkan dan edukatif, bukan justru menjadi pemicu perpecahan,” tegasnya.
Optimisme Pembangunan Daerah
Menutup refleksinya, Firdaus berharap semangat Imlek dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi dan sosial. Sekber IPJT berkomitmen untuk terus mengawal narasi positif guna membangun optimisme publik di tahun yang baru ini.
“Keberagaman adalah kekuatan kita. Dengan kerukunan yang kokoh, kita akan lebih siap menghadapi tantangan global sekaligus membangun Jawa Tengah menjadi wilayah yang lebih maju dan harmonis,” pungkas Firdaus.
(Tholib)



