RAGAM

Pembagian Bansos Beras Bulog di Desa Tlajung Udik Berjalan Tertib dan Terjadwal

BOGOR — Suasana halaman kantor Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, tampak ramai sejak pagi. Ratusan warga dari berbagai dusun memadati lokasi untuk menerima bantuan sosial (bansos) beras dari Perum Bulog. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membantu ketahanan pangan masyarakat di tengah tekanan harga bahan pokok.

Bantuan berupa beras seberat 20 kilogram per keluarga penerima manfaat (KPM) ini didistribusikan dalam dua tahap. Untuk tahap pertama yang dilaksanakan hari ini, Kamis (14/08/2025), bansos disalurkan kepada warga dari tiga dusun. Sementara tahap kedua akan berlangsung besok, dengan menyasar tiga dusun lainnya.

Ketua Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Tlajung Udik, Ogi, yang didampingibagian staff desa tlanjung udik, Fauzan, memimpin langsung jalannya pembagian. Dari data pemerintah desa, total penerima bantuan pangan beras (PBP) di Desa Tlajung Udik mencapai lebih dari 762 kepala keluarga, total Pembagian 1.524 Karung Beras.

“Pembagian dilakukan bertahap untuk menghindari penumpukan massa dan memastikan semua KPM menerima bantuan sesuai data yang telah diverifikasi,” ujar Fauzan saat ditemui di sela kegiatan pembagian bansos beras dari Perum. Bulog, dibantu dafi Limas Tlajung Udik, Edi S.

Proses distribusi berjalan lancar berkat koordinasi yang baik antara perangkat desa dan unsur keamanan. Sekretaris Desa (Sekdes), Abdul Harly Tlajung Udik turut hadir memantau jalannya pembagian, didampingi Babinsa, Alfian Nur, dan Bhabinkamtibmas, Ari. H. Kehadiran mereka memastikan proses berlangsung tertib dan aman.

Babinsa Desa Tlajung Udik menyampaikan bahwa keterlibatan aparat keamanan dalam kegiatan ini penting untuk mencegah potensi kericuhan dan memastikan bantuan tepat sasaran.

“Kami mengawal dari awal sampai akhir. Semua warga harus merasa aman dan nyaman saat menerima bantuan,” tegasnya.

Selain mengatur jalannya antrean, panitia juga memprioritaskan penyaluran kepada lansia, penyandang disabilitas, dan ibu hamil. Beberapa warga yang tidak dapat hadir karena sakit atau keterbatasan fisik akan menerima bantuan melalui pengantaran langsung ke rumah oleh petugas desa.

Bagi sebagian warga, bansos beras ini sangat berarti. Yaya. S (67), warga Dusun 3, mengaku bantuan tersebut meringankan beban kebutuhan rumah tangganya.

“Sekarang harga beras mahal, jadi bantuan ini sangat membantu. Alhamdulillah, terima kasih pemerintah,” ungkapnya.

Program bansos beras dari Bulog ini diharapkan tidak hanya membantu kebutuhan pangan warga, tetapi juga menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat, terutama kelompok rentan, dari dampak gejolak ekonomi.

Tahap kedua pembagian dijadwalkan berlangsung esok hari dengan penerima dari tiga dusun terakhir. Pemerintah Desa Tlajung Udik mengimbau warga untuk datang sesuai jadwal yang telah ditetapkan agar proses distribusi tetap tertib dan kondusif.

Dengan total lebih dari 1,5 ton beras yang dibagikan, kegiatan ini menjadi salah satu agenda sosial terbesar di desa tersebut pada tahun ini.(Agung DS)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *