RAGAM

Manager Humas Tirta Pakuan Jelaskan Soal Klinik Ibnu Sina ” Byar Pet” layanan Menurun

BOGOR – Respon pihak manager humas Perumda Tirta Pakuan terbilang baik dan menjelaskan tidak ada alokasi dana CSR di klinik pengobatan Ibnu Sina hanya tempat berada disana.

“Waalaikumsalam.

Setahu saya operasional & Pengelolaan Klinik itu oleh BAZNAS Kota Bogor.

Untuk dana yg di berikan bukan dari CSR tapi dana Zakat yg di setor setiap tahunnya.

Dan Untuk komposisi dana tersebut digunakan/dibagikan ke 8 Asnap, lebih baik akang bs hubungi pihak BAZNAZ Kota Bogor.

Hanya tempatnya saja di Tanah PDAM”tulis Soni pada media ini.

Komentar aktifitas dan pemerhati kebijakan publik ,Galai Simanupak,SH atas fakta klinik pengobatan Ibnu Sina yang pelayanan pada masyarakat dinilai menurun meminta Walikota Bogor dan Direksi Perumda Tirta Pakuan dapat mengalokasikan dana CSR pada Klinik tersebut.

“Ini informasi yang bagus dan transparan dari pihak manajemen Tirta Pakuan.

Bahwa soal keberadaan Klinik pengobatan Ibnu Sina didalam area perusahaan tidak pernah mendapat alokasi CSR dari perusahan tapi hanya tempatnya saja selama ini.

Sungguh miris dan tentu amat disayangkan ,lalu kenapa klinik pengobatan yang dibutuhkan warga masyarakat itu tidak diberikan alokasi dana CSR hingga dapat melayani warga tidak mampu untuk berobat tentu inilah menjadi pertanyaan besar”tegas Galai Simanupak,SH.

Ditegaskan dia harusnya pihak manajemen perusahaan besar semisal Tirta Pakuan dapat mengalokasikan dana CSR tidak hanya pada sektor lainnya seperti pembangunan gedung center tapi juga peduli dan peka pada prioritas kebutuhan layanan dasar warga masyarakat semisal sarana kesehatan dan pendidikan.

“Kami meminta dan mendesak pada manajemen Tirta Pakuan untuk terbuka soal alokasi dana CSR selama ini dan digunakan pada sektor apa saja selama satu tahun anggaran.

Jika memang klinik pengobatan Ibnu Sina tidak alokasi dana CSR itu akan menjadi preseden buruk bahwa selama ini masyarakat tidak mampu amat membutuhkan atas sarana dan prasaran kesehatan gratis karena memang tidak mampu membayar difasilitasi Pengobatan umum” paparnya.

( Agus Subagja)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *