Reses DPRD Kabupaten Bogor di Klapanunggal
Warga Bagogog dan Sidanglengo Keluhkan Krisis Air Bersih

BOGOR — Persoalan kekeringan dan sulitnya mendapatkan air bersih menjadi keluhan utama warga dalam kegiatan Reses Anggota DPRD Kabupaten Bogor Masa Sidang I Tahun 2026–2027 Daerah Pemilihan (Dapil) 2, yang digelar di Kampung Bagogog RT 006/RW 006, Dusun 3, Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan reses tersebut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Dapil 2, Candra Kusuma, S.T. Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan aspirasi mengenai kebutuhan mendesak akan ketersediaan air bersih, terutama ketika musim kemarau melanda wilayah mereka.
Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan kekeringan, air bersih bukan sekadar kebutuhan tambahan. Air merupakan kebutuhan dasar yang menentukan keberlangsungan kehidupan sehari-hari, mulai dari memasak, minum, mandi, hingga menjaga kebersihan lingkungan.
Ketika sumber air mulai mengering, warga harus menghadapi persoalan yang tidak sederhana. Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendesak yang memerlukan perhatian dan solusi berkelanjutan dari pemerintah.
Dalam forum reses tersebut, masyarakat mengusulkan agar pemerintah memberikan perhatian serius terhadap persoalan kekeringan, khususnya di Kampung Bagogog dan Sidanglengo yang disebut warga kerap mengalami kesulitan air bersih saat musim kemarau.
Warga berharap persoalan tersebut tidak hanya ditangani melalui bantuan air bersih ketika kekeringan terjadi. Mereka juga menginginkan langkah konkret untuk menjamin ketersediaan air dalam jangka panjang.
Sejumlah usulan yang menjadi perhatian masyarakat antara lain pengeboran sumber air, pembangunan sarana penyediaan air bersih, serta pemerataan akses air hingga ke setiap kampung yang membutuhkan.
Harapan warga sederhana: ketika musim kemarau datang, mereka tidak lagi dihantui kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pengeboran sumber air dan penyediaan sarana air bersih yang berkelanjutan dinilai perlu menjadi bagian dari solusi agar masyarakat tidak terus-menerus menghadapi persoalan yang sama setiap musim kemarau.
Kehadiran anggota DPRD dalam kegiatan reses menjadi salah satu jalur bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi secara langsung kepada wakil rakyat.
Namun, bagi warga yang menghadapi kesulitan air bersih, harapan tidak berhenti pada tersampaikannya keluhan dalam forum pertemuan. Masyarakat juga menantikan tindak lanjut yang nyata, baik melalui koordinasi dengan pemerintah daerah maupun pengusulan program yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Candra Kusuma, S.T., sebagai anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Dapil 2, diharapkan dapat mengawal aspirasi tersebut agar masuk dalam pembahasan dan perencanaan program pembangunan sesuai kewenangan serta kemampuan anggaran pemerintah daerah.
Persoalan air bersih perlu mendapatkan perhatian lintas sektor, termasuk instansi yang menangani pekerjaan umum, sumber daya air, dan pelayanan dasar masyarakat. Dengan demikian, solusi yang dirancang tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga dapat menjawab kebutuhan warga dalam jangka panjang.
Persoalan kekeringan di Kampung Bagogog dan Sidanglengo menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang jalan, jembatan, atau gedung pemerintahan. Ketersediaan air bersih juga merupakan bagian penting dari pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Warga membutuhkan kepastian bahwa persoalan yang mereka sampaikan akan ditindaklanjuti secara serius. Sebab, tanpa akses air bersih yang memadai, aktivitas rumah tangga dapat terganggu dan beban masyarakat semakin berat ketika musim kemarau tiba.
Melalui reses Masa Sidang I Tahun 2026–2027 ini, masyarakat Desa Klapanunggal berharap aspirasi mengenai pengeboran sumber air dan penyediaan sarana air bersih dapat menjadi perhatian prioritas bagi pihak-pihak terkait.
Kini, harapan warga tertuju pada langkah nyata setelah aspirasi disampaikan. Mereka menantikan solusi yang terukur, perencanaan yang jelas, serta tindak lanjut yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sebab, bagi warga di wilayah rawan kekeringan, air bersih bukan sekadar aspirasi yang disampaikan dalam forum reses. Air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda.(AG)



