KEPALA DESA JANGAN DIJADIKAN KEPALA DOSA

CIANJUR – Menjelang idul fitri sekarang ini,kondisi para kepala desa sedang kurang baik dan diharuskan memutar isi kepala.
Dengan adanya desa yang belum bisa dicairkan dana bantuan,baik DD maupun ADD menjadikan kendala utama bagi sebagian kepala desa yang sampai saat ini belum bisa mencairkan dana bantuan tersebut,guna membangun wilayahnya masing-masing.
Sementara kebutuhan untuk mengerjakan program yang sudah ditetapkan harus terus berjalan dan dilaksanakan.
Meski kepala desa sudah berupaya dan berjuang dari awal agar bantuan bisa keluar sebelum lebaran.
Tapi sepertinya sebagian dari mereka harus berlapang dada menunggu hari esok.
Apalagi menjelang lebaran ini banyak kunjungan dari rekan-rekan yang mengaku mitra kerja desa.
Dan seperti nya kepala desa harus kembali memutar isi kepala agar semua kebutuhan bisa tertutupi meski sebagian dari mereka dengan terpaksa harus menggunakan dana talang.
Apalagi sekarang kondisi desa sedang kurang baik-baik saja dengan adanya lembaga yang masuk ke desa dan meminta data pengalokasian dana desa dengan alasan untuk transparansi dan keterbukaan publik.
Banyak dari mereka yang menyayangkan adanya hal-hal seperti diatas,dan DPM,Inspektorat sebagai leading sektornya nya desa seharusnya bisa menjembatani fihak-fihak tersebut dengan para kepala desa yang tergabung baik Apdesi maupun Parade mustinya ikut dilibatkan cara penyelesaian nya.
Karena menjadi kepala desa sekarang ini dituntut harus benar-bisa membuktikan diri nya bisa bekerja.
Apalagi dalam pelaksanaan nya menyusun dan mengalokasikan dana tersebut hampir semua sudah dipatok dan ditentukan oleh pemerintah.
DPM dan Inspektorat sebagai leading sektornya desa seharusnya bisa berfihak terhadap desa/kepala desa.
Kalau melihat kondisi desa hari ini justru kepala desa diharuskan menjadi ujung tombak sekaligus ujung tombok.
Dan bagi kepala desa selama itu bisa bekerjasama dan sesuai dengan prodedur yang berlaku tidak jadi soal,
Tapi sekarang ini bagi sebagian kepala desa kondisi di desa bisa dibilang sedang kurang baik,dan dikhawatirkan banyak kepala desa yang pada akhirnya dilaporkan karena hal yang seharusnya tidak terjadi atas dasar keputusan yang dibuat kurang bijak dan pada akhirnya disalahkan,karena sesuatu yang kurang jelas serta bisa berdampak buruk bagi kepala desa itu sendiri yang pada akhirnya kepala desa dijadikan kepala dosa.
Dan bagi rekan-rekan kepala desa diharuskan berbenah diri dan berbuat benar dalam pengaloksian anggaran,disisi lain kepala desa harus mampu menutupi kekurangan anggaran,yang terpakai diluar yang seharus nya..
Inilah desa dengan segala problema nya
Tipikorinvestigasi mitrakerjadesa



