Kado Hadiah Diakhir Purna Jabatan Kadis DLH Kota Bogor, Komitmen Realisasi Energi Terbarukan Dari Sampah

BOGOR – Langkah taktis dan strategis dalam penanganan sampah saat ini sudah harus lintas kewenangan dan lintas batas daerah.
Wacana serta gagasan untuk menyulap tumpukan sampah Kota dan Kabupaten Bogor akan direalisasikan.
Sumber
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Denni Wismanto , Pengelolaan sampah di Kota Bogor tengah menjadi perhatian serius dan pada 2029 mendatang pemerintah menargetkan mampu menghasilkan energi listrik dari sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Denni Wismanto menjelaskan nama proyek tersebut adalah Pengelolaan Sampah Menjadi Energy Listrik (PSEL).
Denni menyebut proyek PSEL merupakan bagian dari program nasional menunggu revisi peraturan presiden yang memperkuatnya sebagai payung hukum terbaru dari Perpres sebelumnya.
“Kita optimis ini akan terwujud dan insyaallah kalau targetnya di 2029 sudah ada yang bisa menghasilkan dari 33 kota kabupaten yang ada di Indonesia salah satunya mungkin mudah-mudahan Bogor lah,” jelas Denni Wismanto, pada media.
Lebih lanjut ,
Untuk merealisasikan program tersebut Kota Bogor tidak bisa jalan sendiri dan pihaknya harus menggandeng wilayah lain yang secara geografis tidak jauh, salah satunya Kabupaten Bogor.
Denni menjelaskan untuk menjalankan proyek PSEL ini setiap wilayah harus mampu memproduksi sampah 1.000 ton. Sehingga dengan kolaborasi itu Denni berharap rencana mulianya dapat segera direalisasikan.
“Kalau dari Kota Bogor pasti kurang dari 1.000, karena itu kita akan tetap bergandengan tangan dengan kabupaten, pengelolaannya itu sebenarnya sampah, nah listrik itu energi hasilnya,” ujar Denni .
Denni membocorkan proyek PSEL terus berprogres dan saat ini sudah masuk tahap membangun komitmen bersama, setelah itu akan ada tahapan-tahapn teknis yang mesti dilalui.
Lokasi pengelolaan sampah menjadi listrik itu disebut Denni berada di lahan miliknya Pemerintah Kabupaten Bogor, yakni di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga.
“Jadi dengan bergandengan bersama Pemerintah Kabupaten Bogor Insya allah angka 1.000 ton itu bisa terpenuhi kota dan Kabupaten Bogor secara kontinue” ucapnya.
( Red03)



