Peringati HUT Teluk Wondama ke 22, RSUD Dr Alberth H Torey Gelar Donor Darah

TELUK WONDAMA – RSUD Dr Alberth H Torey menggelar kegiatan donor darah dalam rangka HUT Kabupaten Teluk Wondama ke 22 tahun sebagai bentuk kepedulian terhadap ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini berlangsung di kantor Bupati Teluk Wondama.
Kepala BLUD RSUD Dr Alberth H Torey, dr. Yoce Kurniawan, Sp.S menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam mendukung pelayanan kesehatan yang optimal.
“Donor darah adalah salah satu cara kita membantu sesama. Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap dapat berkontribusi dalam menjaga ketersediaan darah di Kabupaten eluk Wondama, sehingga pasien yang membutuhkan dapat memperoleh darah dengan cepat dan aman,” ujar dr. Yoce Kurniawan.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Donor darah tidak hanya menyelamatkan nyawa, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor,” kata dr. Yoce Kurniawan.

Lebih lanjut dr. Yoce Kurniawan mengatakan bahwa manfaat untuk donor darah untuk diri sendiri yang bersangkutan atau pendonor lebih sehat, artinya produksi darah di sumsum tulang belakang. “Lebih baik donor dilakukan secara rutin, sehingga akan terskrining kesehatannya untuk penyakit seperti penyakit menular,” jelasnya.
Selain itu, menurut dr. Yoce Kurniawan dengan donor darah kita bisa tahu bagaimana status darah kita dan yang terpenting donor darah ini dapat menjamin ketersediaan darah di Kabupaten Teluk Wondama. “Banyak darah yang dibutuhkan, apakah itu penyakit penyakit yang sudah kronis atau penyakit penyakit pendarahan. Pasien pasien seperti itu sangat membutuhkan darah jadi terutama di ruang operasi, “Seperti teman teman dokter bedah dokter kandungan juga memerlukan cadangan darah ,” ujarnya.
Peran donor darah untuk masyarakat sangat luar biasa, sejak transfusi darah di buat 2015 kita lumayan mandiri di dalam memenuhi kebutuhan darah di kabupaten Teluk Wondama. “Beberapa kami kekurangan dan ada 2 kali kami kelebihan saat kelebihan itu kami perna mengirim ke Manokwari untuk relokasi karena darah itu maksimal umurnya 30 hari daripada tidak terpakai atau terbuang, dari pada tidak terpakai di hari ke 20 atau 21 saya menghubungi teman teman PMI propinsi apakah mereka memerlukan atau tidak kalau memerlukan mereka akan pakai demikian,” ujarnya. (IAN HENENY)



