RAGAM

Maulid Nabi di Limusnunggal Bogor Hadirkan Tausiyah Ki Ruhay

Dihadiri 1.500 Jemaah, dan Hadiah Umrah untuk Tiga Ibu

BOGOR — Ribuan jemaah memadati Aula Majelis Taklim Baitul Jannah, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Sabtu (17/10/2026) pagi. Suasana religius berpadu dengan kebersamaan dan kepedulian sosial dalam kegiatan kajian rutin bulanan sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.

Mengusung tema “Tebar Empati, Perkuat Silaturahmi, Raih Syafaat Nabi”, kegiatan ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan catatan panitia, sebanyak 1.350 jemaah menghadiri kegiatan tersebut. Mayoritas peserta merupakan kaum ibu, disertai sekitar seratusan jemaah laki-laki yang turut mengikuti rangkaian acara dengan khidmat.

Kegiatan yang berlangsung di aula Majelis Taklim Baitul Jannah, RT 03/RW 03, samping Kantor Desa Limusnunggal itu menghadirkan penceramah utama KH. Royani Al-Bantani, yang dikenal dengan sapaan Ki Ruhay dari Ciamis.

Sementara itu, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dilantunkan oleh Ustaz Fahri Husein, S.Pd., juara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Cileungsi.

Kegiatan keagamaan ini diselenggarakan oleh H. Junaidi Samsudin, S.H., Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), bersama Hj. Yuliani Hastuti, Sekretaris DPC PPP, dengan dukungan relawan Sujud’S (Relawan Junaidi Samsudin).

Usai acara, Junaidi Samsudin yang akrab disapa Junsam menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada seluruh jemaah, panitia, serta pihak yang telah mendukung terselenggaranya peringatan Maulid Nabi tersebut.

Ia secara khusus mengapresiasi kehadiran aparatur Pemerintah Desa Limusnunggal, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI) tingkat kecamatan dan desa, serta keluarga besar Majelis Taklim Baitul Jannah.

Menurut Junsam, kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda keagamaan rutin, tetapi juga sarana memperkuat persaudaraan dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

“Kegiatan ini kita selenggarakan agar para hadirin kita semua bisa mendapatkan syafaat dari Rasulullah. Mengingat siapa saja yang menyelenggarakan atau mengikuti setiap Maulid, insyaallah akan mendapatkan syafaat,” ujar Junsam kepada awak media.

Ia juga mengaku bersyukur melihat antusiasme masyarakat, khususnya kaum ibu yang hadir dalam jumlah besar untuk mengikuti pengajian dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tidak hanya diisi dengan tausiyah dan lantunan ayat suci Al-Qur’an, peringatan Maulid Nabi kali ini juga diwarnai kegiatan sosial berupa pembagian sembako kepada para jemaah.

Junsam menjelaskan, panitia menyiapkan sebanyak 1.600 kantong sembako untuk dibagikan kepada masyarakat yang hadir. Pembagian dilakukan menggunakan kupon yang jumlahnya sekitar 1.500 lembar, dengan jumlah paket yang disediakan lebih banyak daripada kupon tersebut.

Selain bantuan sembako, panitia juga menghadirkan hadiah utama berupa perjalanan ibadah umrah untuk tiga orang jemaah.

Dua tiket umrah disediakan oleh Junsam, sedangkan satu tiket tambahan diberikan oleh Hj. Yuliani Hastuti. Ketiga hadiah tersebut kemudian diundi dan berhasil dimenangkan oleh tiga orang ibu-ibu warga Desa Limusnunggal.

Bagi para penerima, hadiah tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri di tengah peringatan Maulid Nabi yang sarat dengan pesan spiritual dan kebersamaan.

Junsam berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Ke depannya, setiap acara Maulid Nabi akan kita tingkatkan lagi, baik bantuan sembako maupun hadiah umrahnya. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menambah keimanan, khususnya bagi para jemaah Majelis Taklim dan ibu-ibu yang hadir,” ungkapnya.

Ia berharap semangat berbagi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan terus tumbuh sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Limusnunggal, H. Galih Rakasiwi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut.

Ia menilai kehadiran tokoh masyarakat yang turut berperan dalam pemerintahan daerah menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat desa.

Galih juga menyampaikan apresiasi kepada Junsam yang selama dua tahun terakhir, menurut keterangannya, telah membantu mendorong sejumlah program pembangunan di Desa Limusnunggal melalui aspirasi sebagai anggota DPRD Kabupaten Bogor.

“Selama dua tahun terakhir masa jabatan Pak Dewan, Desa Limusnunggal telah mendapatkan sekitar 70 titik penerangan jalan umum (PJU) tenaga surya, perbaikan saluran drainase di depan kantor desa yang sebelumnya sering banjir, serta program perbaikan 20 unit rumah tidak layak huni,” kata Galih.

Ia menjelaskan, program perbaikan rumah tidak layak huni tersebut memiliki nilai sekitar Rp 20 juta per unit. Dengan demikian, total anggaran yang disebutkan untuk 20 unit rumah mencapai Rp 400 juta.

Menurut Galih, keberadaan penerangan jalan, perbaikan drainase, dan bantuan perbaikan rumah merupakan program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, realisasi dan nilai setiap program pembangunan tetap perlu dilihat berdasarkan dokumen pelaksanaan serta data dari instansi terkait agar informasi mengenai manfaat dan penggunaan anggaran dapat diketahui secara transparan oleh masyarakat.

Puncak acara diisi dengan tausiyah KH. Royani Al-Bantani atau Ki Ruhay dari Ciamis. Penceramah yang diperkenalkan pembawa acara sebagai sosok yang dikenal luas di media sosial itu menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan gaya atraktif.

Selingan humor yang disampaikan di tengah ceramah membuat suasana semakin hidup. Para jemaah terlihat antusias menyimak materi yang disampaikan tanpa kehilangan suasana khidmat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pesan tentang kecintaan kepada Rasulullah, pentingnya menjaga silaturahmi, serta kepedulian terhadap sesama menjadi bagian dari semangat yang diusung dalam kegiatan tersebut.

Bagi masyarakat yang hadir, peringatan Maulid Nabi bukan hanya kesempatan untuk mendengarkan tausiyah, tetapi juga ruang untuk bertemu, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat berbagi.

Antusiasme 1.500 jemaah yang tercatat panitia menjadi gambaran besarnya perhatian masyarakat terhadap kegiatan keagamaan di Desa Limusnunggal.

Melalui tema “Tebar Empati, Perkuat Silaturahmi, Raih Syafaat Nabi”, penyelenggara berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui kepedulian sosial, persaudaraan, dan kebiasaan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah itu pun berlangsung lancar dan khidmat, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara jemaah, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa.(AG)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *