RAGAM

KEPALA DESA DI CIANJUR BISA JADI BOM WAKTU DALAM MENENTUKAN DUKUNGAN DI PILKADA

CIANJUR – Pesta akbar Demokrasi yang tinggal menghitung hari menyisakan berbagai cerita bagi semua kandidat calon.

Kabupaten Cianjur salah satu kabupaten kota yang juga turut menjadi bagian akan melaksanakan pemilihan kepala daerah atau pilkada serentak pada bulan november 2024 ini.

Para calon yang sudah terdaftar dan akan meramaikan pilkada kali ini ada 3 calon Bupati dan wakil Bupati

Dengan demikian para calon yang sudah muncul di tengah warga masyarakat.

Dengan dukungan partai pengusung dan pendukung nya masing-masing.

Para calon sudah melaksanakan kampanye dan hampir semua wilayah di kunjungi guna mengadakan sosialisasi serta pengenalan langsung para calon

Dengan mendatangi para pendukung dan warga sekitar nya

Namun pilkada serentak kali ini para kepala desa seperti nya tidak banyak disebut dan disentuh para calon

Dan para kepala desa hari ini seperti nya tidak mau ambil resiko dengan harus mendukung salah satu calon.

Padahal kepala desa bisa berbuat banyak untuk membantu menggiring warga nya guna memberikan suara

Bilamana mereka mau dan bisa diajak kerjasama.

Namun di pilkada serentak kali ini kepala desa seperti nya sudah mulai berhitung dan tidak ingin mengulangi lagi yang terjadi di pileg(Pemilihan Legislatif)

Kepala desa semakin cerdas dengan tidak mau terlibat politik praktis dan tentu saja para kepala desa punya kekuatan yang handal untuk merekrut dan mengajak warga nya untuk memilih calon yang bisa diajak kerja sama..

Kepala desa adalah ujung tombak.
Tapi kepala desa juga kadang menjadi ujung tombok karena sesuatu hal.

Sepert hal nya yang dikatakan salah satu kepala desa,
Sya akan dukung calon yang sekira nya bisa diterima warga dengan rekam jejak calon yang berAhlak dan tidak mendorong mobil mogok berikut keluarga nya .

Siapapun kelak yang terpilih menjadi Bupati & wakil nya
Sebaik nya bisa memprioritaskan perbaikan infrastruktur/jalan desa.

Yang sampai saat ini masih ada yg sulit dilalui kendaraan yang mengakibatkan roda kehidupan masyarakat desa sedikit terkendala.

Maju dan berkembang nya pemerintahan desa di awali dgn infrastruktur yang layak

Guna memudahkan para petani dan pengrajin menjual hasil tani dan kerajinan nya lebih cepat sampai ke daerah tujuan

Namun Para calon Gubernur atau calon Bupati seperti lebih mengutamakan tim ses nya masing-masing ketimbang mengundang dan mengajak kepala desa menjadi bagian dari tim nya.

Padahal seperti kita ketahui bahwa Kepala desa bisa saja mengarahkan warga nya dalam menentukan pilihan nya

Memang kepala desa bisa menjadi ujung tombak untuk mendulang suara terbanyak.

Namun kepala desa pun dihadapkan aturan yang tidak memperbolehkan nya kepala desa turut berkampanye dan bagian dari tim Pemenangan salah satu calon.

Kepala desa adalah ujung tombak pembangunan di wilayah nya masing-masing.

Namun meski demikian kepala.desa pun ogah kalau harus menjadi ujung tombok.,ujar Heri yang notabene dia adalah kepala desa aktif.

Kami akan dukung dan berjuang hanya dengan calon yang bisa kami percaya dan program nya ingin menata kota membangun desa dari pinggiran.
Mudah-mudahan keuinginan para warga masyarakat dan juga kepala desa bisa di dengar oleh para calon,
Baik calon Gubernur ataupun calon Bupati.

Dana Banprop bisa ditambah dan kewenangan pembangunan nya di kelola fihak Desa.

(Asep Lukman)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *