FKUB Balangan Gelar Dialog Lintas Agama untuk Jaga Kerukunan

BALANGAN – Merawat kerukunan di tengah keberagaman bukan sekadar menjaga hubungan baik, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun daerah yang aman, damai, dan harmonis. Semangat inilah yang mengemuka dalam Dialog Lintas Agama yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Balangan di Aula Benteng Tundakan, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan bagi berbagai elemen untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi lintas agama, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga toleransi di tengah kehidupan masyarakat yang beragam.
Dalam kegiatan itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Balangan, Aidininor, S.Sos., M.M., hadir membacakan sambutan tertulis Bupati Balangan.
Melalui sambutan tersebut, pemerintah daerah menegaskan dukungannya terhadap berbagai upaya yang dilakukan untuk memelihara keharmonisan antarumat beragama. Kerukunan dinilai menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan stabilitas sosial serta mendukung pembangunan daerah.
Dialog lintas agama ini menekankan bahwa perbedaan keyakinan tidak seharusnya menjadi sekat yang memisahkan masyarakat. Sebaliknya, keberagaman perlu dipandang sebagai kekayaan sosial yang harus dihormati dan dijaga bersama.
Sikap saling menghargai, keterbukaan dalam berkomunikasi, serta kesediaan memahami perbedaan menjadi kunci agar masyarakat dapat hidup berdampingan secara damai.
Dalam kehidupan sehari-hari, potensi kesalahpahaman dapat muncul ketika komunikasi tidak terjalin dengan baik. Karena itu, ruang dialog seperti yang difasilitasi FKUB memiliki peran penting untuk membangun pemahaman bersama sekaligus mencegah persoalan berkembang menjadi konflik sosial.
Melalui komunikasi yang terbuka, setiap perbedaan pandangan diharapkan dapat disikapi secara bijaksana tanpa mengabaikan nilai-nilai toleransi dan penghormatan terhadap keyakinan masing-masing.
Perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Balangan, Hilmi Arifin, S.Pi., M.M., turut hadir memberikan tanggapan dalam kegiatan tersebut.
Keterlibatan Kesbangpol diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, FKUB, tokoh agama, dan berbagai unsur masyarakat dalam menjaga kondisi sosial yang kondusif.
Kolaborasi tersebut diperlukan agar upaya memelihara kerukunan tidak hanya dilakukan ketika muncul persoalan, tetapi juga melalui langkah pencegahan yang berkelanjutan.
Komunikasi antartokoh agama dan masyarakat menjadi salah satu cara untuk mendeteksi potensi gesekan sejak dini. Apabila muncul perbedaan pendapat atau persoalan yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan, penyelesaiannya diharapkan mengedepankan dialog, musyawarah, serta sikap saling menghormati.
Dengan demikian, setiap pihak memiliki ruang untuk menyampaikan pandangan sekaligus mencari solusi tanpa memperkeruh keadaan.
Menjaga toleransi bukan hanya menjadi tugas pemerintah maupun FKUB. Seluruh lapisan masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk menciptakan lingkungan yang menghargai perbedaan.
Peran keluarga, tokoh masyarakat, tokoh agama, generasi muda, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan dibutuhkan untuk menanamkan nilai persaudaraan dan membangun kebiasaan hidup berdampingan secara damai.
Dialog lintas agama juga menjadi pengingat bahwa kerukunan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti menghormati pelaksanaan ibadah, menjaga komunikasi, menghindari penyebaran informasi yang memicu perselisihan, serta mengedepankan musyawarah ketika menghadapi persoalan.
Melalui kegiatan ini, FKUB Kabupaten Balangan diharapkan terus menjadi ruang komunikasi dan kolaborasi lintas agama yang mampu memperkuat rasa saling percaya di tengah masyarakat.
Dengan komitmen bersama dan komunikasi yang terjaga, Kabupaten Balangan diharapkan dapat terus memelihara kehidupan masyarakat yang harmonis, menjunjung tinggi toleransi, serta menghormati keberagaman sebagai bagian penting dari persatuan.(AKHMAD SIDIK)



