2 Nominasi PJ Sekda Kota Bogor Diduga Berfoto Syur di Hiburan Malam Thailand?

BOGOR – Bayangan hitam bagi para abdi negara tentunya bukan soal dugaan lingkaran dugaan korupsi saja.
Ada juga sisi gelap hitam dan pekat soal moralitas atau kepribadian sebab kecerdasan saja pada sisi leadership tanpa kematangan moralitas dan kepribadian akan menuai kontroversi publik ?.
Komentar Forum Taruna ( Tameng Rakyat Untuk Nusantara) Divisi Rekrutmen & Massa ,Bung Geno Benghol meminta pihak propinsi Jabar khususnya Gubenur terpilih agar paham soal instrumen penting moralitas & kepribadian dalam posisi Sekda Kota Bogor.
” Kami selalu forum publik yakni Taruna menyatakan sikap dan pendapat soal penempatan pelaksana Jabatan ( PJ) Sekda harus kembali dikaji berdasarkan test kepribadian atau moralitas selain kemampuan akademisnya” tegas Geno Benghol.
Dari nama bursa yang dicalonkan atau rekomendasi pada propinsi Jabar tidak memenuhi pula catatan kepribadian atau moralitas yang baik “tegas dia.
Dimana dari hasil catatan dan informasi yang dihimpun saat walikota Bogor dijaman Bima Arya ,Kota Bogor heboh dengan kasus moral mantan direktur perumda Tirta Pakuan dan beberapa pejabat saat datang ketempat hiburan malam di Thailand .
Dan dua nama pejabat yang diusulkan pada propinsi Jabar diduga berada pada pusaran kasus dunia malam hiburan di negeri Gajah ( Thailand).
Diketuai dari data dan fakta yang dihimpun tim investigasi,terlihat ada 3 pejabat publik bersama sosok wanita seksi yang kala itu membuat mantan Wali Kota Bogor Bima Arya, geram saat itu.
2 dari nama pejabat itupun masuk daftar nominasi PJ pejabat Sekda yang diusulkan ke propinsi Jawa Barat.
Dimana saat itu ,pejabat H dan D ada dalam foto syur dan
merupakan foto saat tujuh pejabat berlibur ke Pataya, Bangkok 25 Desember 2015 silam.
Saat itu pejabat D pernah menjabat kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bogor, dan mengakui keberadaannya dalam foto tersebut.
Dan satunya pejabat inisial B juga menjabat selaku
Kepala Pengawas Bangunan dan Pemukiman (Wasbangkim) Kota Bogor.
Seperti diketahui, pengangkatannya ada di momen krusial yakni berakhirnya tahun anggaran 2024 dan persiapan tahun anggaran 2025.
Hery berpesan, kepada Hanafi untuk senantisa membangun dan menjaga komunikasi yang sudsh berjslan baik dengan stakeholder, Forkopimda, dan unsur Pentahelix di Kota Bogor.
“Kepada seluruh OPD berkoordinasilah dengan baik dengan Pj Sekda dan aksanakan arahannya. Kedudukan Pj Sekda tidak berbeda dengan Sekda Definitif,” tegas Hery.
Hanafi menyatakan siap melaksanakan segala hal yang ditugaskan kepadanya dan telah dilaksanakan oleh Sekda sebelumnya.
“Saya akan mengawal RPJMD saat ini dan mengantarkan Pak PJ sampai pelabtikan Wali Kota baru. Kemudian saya juga akan menterjemahkan RPJMD baru yang akan dibreakdown per tahun dalam bentuk RKPD,” terang Hanafi.
Selain itu, Hanafi juga akan berjanji akan membangun komunikasi dengan pihak internal (birokrat) dan eksternal (stakeholder dan Forkopimda).
Seperti yang diketahui sebelumnya, penunjukan Hanafi berawal dari pengusulan 4 kandidat Pj Sekda oleh Hery kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar).
Keempat kandidat tersebut ialah Kepala BKAD, Denny Mulyadi; Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Hanafi; Kepala DP3A, Dody Ahdiat; dan Sekretaris DPRD, Boris Derurasman. Nama Hanafi akhirnya disetujui untuk diangkat menjadi Pj Sekda Kota Bogor oleh Pemprov Jabar.
( red03)



