Dibalik Hibah Bus Trayek Cibinong Puncak. Ketua DPRD & Ketua Forum Taruna: Perlu Dikaji Kembali

BOGOR – Senada dengan statemen ketua DPRD Kabupaten Bogor soal hibah bus Trayek Cibinong -Puncak perlu kajian mendalam ,maka Ketum Forum Kajian TARUNA ( Tameng Rakyat Untuk Nusantara) pun akan segera bersuara kepada presiden Republik Indonesia,Prabowo Subianto atas kondisi jalur lalu lintas di kawasan Puncak.
” Kita tentu selaku masyarakat dikhususnya kawasan Puncak,Bogor itu sudah setiap hari paham akan kondisi kemacetan yang ada dan terjadi.
Terutama jika dihari Jumat,Sabtu dan Minggu.
Bahwa nyatanya kondisi jalan disana itu sudah tidak seimbang dan memadai untuk lalu lintas kendaraan.
Terjadi kemacetan yang begitu panjang dan tentu ini pula dasar kami dalam menyampaikan aspirasi pada presiden bahwa solusinya bagaimana kemacetan teratasi bisa dengan solusi yang mengunakan kaidah dan kajian holistik dahulu sebelum dilakukan” kata Muhsin SiP selalu ketua Forum Taruna.
Kami menyatakan jika solusinya yang masuk akal dan mendasar yakni dibuatkan FLYOVER dijalur utama Simpang Gadog Puncak yang pula tersistem pada basis informasi umum melalui media sosial dengan aplikasi terapan.
Dimana aplikasi Gate Ways ini nantinya akan pula dapat didownload display store hingga masyarakat dapat mengakses secara umum pula nantinya.
Lebih lanjut ide Flyover dan sistem aplikasi Gateways Puncak ini akan dinamakan ARBA ( Arya Baya ) dan nantinya dapat pula disajikan fitur menarik lainnya dari fasilitas dan akomodasi yang ada di Puncak secara detail dan up date.
Tentunya selain lebih menarik dan modern aplikasi ABRA akan menjadi ikon dan teknologi terapan informasi publik pertama soal jalan lalu lintas yang pula terintegrasi dengan sistem pembayaran Gateways atau Tol.
Intinya kami memberikan jalan dan solusi Kemacetan Puncak dapat teratasi dengan iktiar dan ide gagasan yang rasional dan masuk akal bukan hanya seremonial dalam anggaran negara yang tentunya bisa mubajir tidak pada solusi masalah,papar Muhsin SiP.
Diketahui bahwa
Pemkab Bogor mendapatkan Hibah 20 Bus Rute Cibinong-Puncak,
Pemberian hibah dari Kemenhub ini bertujuan untuk mengatasi kemacetan dan menekan angka kecelakaan lalu lintas di kawasan wisata Puncak.
Rencananya bus-bus tersebut akan diserahkan kepada Pemkab Bogor pada Februari 2025 mendatang.
Terkait hal itu, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara, mendukung hibah dari Kemenhub tersebut.
“Saya yakin tujuan hibah ini baik yaitu melayani masyarakat supaya mudah pergi ke tempat wisata,” kata Sastra.
Dengan adanya bus rute Cibinong-Puncak, lanjut Sastra, maka wisatawan tidak perlu lagi bawa mobil.
“Ini akan membuat kunjungan wisata ke Puncak meningkat karena biaya transportasinya murah,” ungkapnya.
Namun politisi Partai Gerindra ini meminta Pemkab Bogor untuk melakukan kajian terhadap hibah yang diterima dari Kemenhub.
Pasalnya, banyak daerah yang telah menerima hibah serupa namun tidak dapat mengelolanya dengan baik sehingga berujung mangkrak.
terkadang saat dikasih hibah seperti ini kita senang. Namun ketika sudah diterima, mengurusnya susah.
Nah itu yang perlu kita kaji bersama-sama,” jelas Sastra.
Oleh karena itu, Wakil Sekjen Partai Gerindra ini meminta Pemkab Bogor melakukan kajian secara komprehensif mulai dari rute hingga biaya operasional.
“Pemkab perlu kaji apakah rutenya bersinggungan dengan trayek angkutan umum, lalu biaya operasionalnya seperti apa hingga soal tarif,” papar Sastra.
Dia tidak ingin bus-bus hibah yang diterima itu jadi barang rongsokan karena tidak bisa dioperasionalkan secara maksimal,katanya.
( Red03)



