RAGAM

Posyandu Mawar 2 Cikahuripan Diresmikan, Jadi Garda Terdepan Pantau Kesehatan Ibu dan Balita

BOGOR — Perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak kembali diperkuat Pemerintah Desa Cikahuripan, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Posyandu Mawar 2 di RT 015/RW 006 resmi diresmikan pada Rabu (26/8/2026).

Peresmian dilakukan Camat Klapanunggal Galuh Sri Wahyuni dan disaksikan Kepala Desa Cikahuripan Andi Upi, Sekretaris Desa Encin, Danramil Klapanunggal Kapten Kav. La Ahmadin atau Rocky, Ketua BPD Dwi Suprapto, Pendamping Desa Aceng, kader Posyandu, Satpol PP, kepala dusun, RW, RT, staf desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Hadirnya Posyandu Mawar 2 diharapkan bukan sekadar menambah fasilitas pelayanan kesehatan. Lebih dari itu, Posyandu menjadi ruang terdekat bagi masyarakat untuk memastikan ibu hamil, bayi dan balita mendapatkan pemantauan kesehatan secara rutin.

Dalam sambutannya, Galuh Sri Wahyuni menegaskan pentingnya keberadaan Posyandu sebagai ujung tombak pemantauan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, ibu hamil dan balita membutuhkan perhatian secara berkelanjutan. Pemeriksaan dan pemantauan sejak dini diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan ibu sekaligus tumbuh kembang anak.

“Posyandu Mawar 2 ini diharapkan dapat memberikan pelayanan kepada ibu hamil, bayi dan balita. Kesehatan serta pertumbuhan mereka harus terus dipantau agar anak-anak dapat tumbuh sehat dan kuat,” ujar Galuh.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran kader Posyandu dalam membantu masyarakat mendeteksi persoalan kesehatan sejak dini.

Sebab, kesehatan ibu dan anak tidak boleh hanya diperhatikan ketika sudah muncul persoalan.

Semakin cepat dipantau, semakin besar peluang persoalan kesehatan dapat ditangani sejak awal.

Sementara itu, Kepala Desa Cikahuripan Andi Upi mengatakan keberadaan Posyandu memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat di tingkat desa.

Ia menyebut saat ini Desa Cikahuripan telah memiliki 27 Posyandu yang melayani masyarakat di berbagai wilayah.

Jumlah tersebut, kata Andi, masih memungkinkan untuk terus bertambah menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

Untuk pembangunan Posyandu Mawar 2 RT 015 RW 006 Oleh Kades Cikahuripan Andi Upi.

“Saat ini di Desa Cikahuripan sudah ada 27 Posyandu dan ke depan akan terus bertambah. Para kader Posyandu menjadi ujung tombak dalam memantau kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang balita,” kata Andi Upi.

Menurutnya, keberadaan Posyandu Mawar 2 diharapkan semakin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya warga RT 015/RW 006 dan lingkungan sekitarnya.

Setelah rangkaian sambutan, peresmian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan Kepala Desa Cikahuripan Andi Upi bersama Camat Klapanunggal Galuh Sri Wahyuni.

Momen tersebut disaksikan jajaran perangkat Desa Cikahuripan, aparatur Kecamatan Klapanunggal, kader Posyandu, tokoh masyarakat, serta warga RT 015/RW 006.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Ustaz Ikbal.

Namun suasana tidak langsung berakhir.

Dalam rangka memeriahkan peresmian Posyandu Mawar 2 sekaligus semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat yang hadir juga dihibur pertunjukan Jaipong dari Ami Group Karawang.

Pertunjukan seni tradisional tersebut disambut antusias warga. Suasana peresmian yang sebelumnya berlangsung khidmat berubah menjadi lebih meriah ketika alunan musik dan gerak tari Jaipong menghibur masyarakat.

Peresmian Posyandu Mawar 2 akhirnya tidak hanya menjadi momentum pembangunan fasilitas kesehatan masyarakat.

Kegiatan tersebut mempertemukan pelayanan kesehatan, kebersamaan warga dan pelestarian budaya dalam satu rangkaian acara.

Di satu sisi, Posyandu berbicara tentang masa depan anak-anak. Di sisi lain, pertunjukan Jaipong mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga budaya yang diwariskan generasi sebelumnya.

Keduanya memiliki pesan yang sama: membangun masa depan tidak berarti melupakan akar budaya.

Bagi masyarakat Cikahuripan, Posyandu Mawar 2 diharapkan menjadi tempat yang terus hidup dengan aktivitas pelayanan kesehatan.

Sebab, sebuah desa yang maju bukan hanya diukur dari banyaknya pembangunan fisik.

Desa yang kuat adalah desa yang mampu menjaga kesehatan ibunya, memastikan anak-anaknya tumbuh sehat, sekaligus mempertahankan kebersamaan dan budayanya.(Agung Dwi S)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *