Pemkab Balangan Luncurkan Program Beasiswa Anak Yatim
Jamin Pendidikan hingga Kuliah, mulai 1 Juli 2026

BALANGAN – Pemerintah Kabupaten Balangan meluncurkan Program Beasiswa Anak Yatim yang menjamin biaya pendidikan bagi dua anak dari setiap kepala keluarga yang meninggal dunia, mulai 1 Juli 2026.
Program yang diinisiasi Bupati Balangan H Abdul Hadi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan anak-anak tetap dapat melanjutkan pendidikan meski kehilangan orang tua sebagai tulang punggung keluarga.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya tetap memperoleh hak pendidikan yang layak. Jangan sampai mereka putus sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi. Pemerintah Kabupaten Balangan akan terus hadir dan memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Abdul Hadi.
Menurut Abdul Hadi, beasiswa tersebut mencakup jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga perguruan tinggi.
Ia menilai pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia dan masa depan pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah daerah berupaya memberikan perlindungan agar anak-anak yatim tetap memiliki kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya.
Selain membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan, program tersebut diharapkan mampu mencetak generasi Balangan yang berkualitas, berdaya saing, dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah pada masa mendatang.
Pemerintah Kabupaten Balangan juga berharap program ini memberikan rasa aman bagi masyarakat yang mengalami musibah karena masa depan pendidikan anak-anak tetap mendapat perhatian dari pemerintah.
Masyarakat yang ingin memperoleh informasi mengenai persyaratan, tata cara, dan mekanisme pengajuan beasiswa dapat menghubungi Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Tenaga Kerja Kabupaten Balangan sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui peluncuran Program Beasiswa Anak Yatim, Pemerintah Kabupaten Balangan menegaskan komitmennya membangun daerah yang inklusif, berkeadilan, dan berpihak kepada masyarakat melalui penguatan sektor pendidikan dan perlindungan sosial.(AKHMAD SIDIK)



