Pemkab dan Polres Balangan Komitmen Wujudkan Ketahanan Pangan
Siapkan 64 Hektare Lahan Tanam Jagung

BALANGAN – Pemerintah Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, dan Polres setempat berkomitmen untuk terus mewujudkan ketahanan pangan di kabupaten setempat sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Salah satu wujud nyata kami adalah melaksanakan penanaman jagung serentak Kuartal I Tahun 2026 yang dilaksanakan di kawasan Kelurahan Batu Piring, tentunya dengan dukungan Pemkab Balangan,” kata Kapolres Balangan AKBP Yulianor Abdi di Paringin, Senin.
Menurut Kapolres, kegiatan ini menjadi bagian dari langkah bersama untuk meningkatkan produksi komoditas jagung sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.
Abdi menuturkan penanaman simbolis dilakukan di lahan sekitar enam hektare, yang merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang telah dijalankan sejak 2025 lalu.
Kapolres Abdi menambahkan, setelah penanaman awal tersebut program budidaya jagung akan dilanjutkan pada sejumlah lahan yang telah disiapkan dengan total luas sekitar 64 hektare dengan melibatkan jajaran Polsek serta kelompok tani binaan di wilayah Balangan.
Kapolres lulusan Akpol tahun 2026 itu menyebutkan, dukungan sarana dan prasarana masih menjadi kebutuhan penting bagi petani, khususnya fasilitas gudang pengeringan dan alat pengering untuk memenuhi standar pengeringan hasil panen jagung.
Sementara Bupati Balangan Abdul Hadi menyampaikan penanaman jagung serentak tersebut mencerminkan komitmen bersama berbagai pihak dalam memperkuat ketahanan pangan, khususnya pada komoditas jagung.
Hadi menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan pondasi penting bagi kemajuan suatu bangsa, tanpa ketersediaan pangan yang memadai, stabilitas ekonomi, sosial, hingga keamanan akan sulit tercapai.
“Kita (Pemda) bersama Polres Balangan dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional melalui berbagai program, salah satunya penanaman jagung serentak,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini Hadi berharap sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, kelompok tani serta masyarakat semakin kuat dalam meningkatkan produksi pertanian serta memperkuat ketahanan pangan nasional. (AKHMAD SIDIK)



