PEMERINTAHAN

ASDA Eko Prabowo & DIRUT Tirta Pakuan Rino Gusniawan Ikut Tampil Di Gelaran Karnawal Apeksi Surabaya

SURABAYA – Balutan baju budaya Kota Bogor dalam karnal Apeksi di Surabaya tahun ini mampu menarik para penonton bahkan sambutan riuh tepuk tangan terdengar.

Tampak Walikota Bogor dan asisten daerah, Eko Prabowo dan berdampingan dengan Dirut Perumda Tirta Pakuan,Rino Gustian.

Terlihat saat itu balutan baju hitam kontras dengan lapisan dalam putih serta pautan apik lurik bagian bawah dalam busana daerah,Sunda Jawa barat seakan memancarkan aura kuat ditengah pantulan sinar lampu temaram di Surabaya .

Tak hanya baju senapas dengan corak Bando dipakai Dirut juga Dirut Perumda Tirta Pakuan ,Rino Indira Gusniawan terkuat serasi dan tampak padu.

Begitupun busana , Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspem Kesra) Setda Kota Bogor, Eko Prabowo.

Terlihat Asda,Eko Prabowo pun tampak sumringah dengan senyum lepas menghiasai kontingen baju daerah dari Kota Bogor .

Perlu diketahui ,Gelar Karnaval Budaya Apeksi, Wali Kota Se-Indonesia itu tampil dengan Busana Adat melibatkan wali kota dari seluruh Indonesia akan digelar di Surabaya pada Jumat, 9 Mei 2025.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) ke-VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), yang dijadwalkan berlangsung dari pukul 18.00 hingga 22.00 WIB.

Tema “Surga Budaya Cahaya”, Wali Kota Kenakan Pakaian Adat.

Sementara itu,Pemerintah Kota Bogor sukses mencuri perhatian dalam Karnaval Budaya Musyawarah Nasional (Munas) ke-VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang digelar mengusung tema “Light Culture Paradise”, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menekankan pentingnya saling mengenal dan mengapresiasi keragaman budaya sebagai identitas bangsa.

“Ini adalah momen luar biasa untuk belajar dan saling menginspirasi lewat keindahan budaya dari berbagai daerah,” ujar Dedie.

Yang membedakan penampilan Kota Bogor dari daerah lain adalah sajian kolosal yang menggabungkan dua tarian khas—Tari Tunggul Kawung dan Tari Kelebet. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Iceu Pujiati, menjelaskan bahwa koreografi gabungan ini mencerminkan semangat, kekuatan, dan kemeriahan yang menjadi ciri khas masyarakat Bogor.

“Tari Tunggul Kawung menggambarkan kekuatan dan kharisma lewat simbol pohon enau atau kawung, sedangkan Tari Kelebet menampilkan gemulai gerak seperti kibaran bendera yang membangkitkan semangat dan daya tarik visual,” tutur Iceu.

Iringan tabuhan bedug Tunggul Kawung yang menggema menambah kemegahan suasana, menciptakan atmosfer optimistis yang menyemangati perjalanan Kota Bogor ke depan.

Lebih dari sekadar pertunjukan budaya, partisipasi Kota Bogor dalam karnaval ini juga menjadi ajang promosi untuk memperkenalkan potensi pariwisata dan kekayaan lokal. Harapannya, penampilan ini mampu meningkatkan daya tarik wisata Kota Hujan di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.

( Red03)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *