PEMERINTAHAN

Kios di Trotoar Ciawi Dibiarkan Merajalela, Gubernur Jabar Diminta Tindak Tegas Pungli

BOGOR – Saatnya nyata dan tegas gubernur Jabar Dedi Mulyadi berteriak keras untuk memberantas pungutan liar ternyata program dan kebijakan ini belum sepenuhnya dipahami para Walikota dan Bupati Se Jawa Barat.

Disoal adanya lapak pasar atau pedagang yang kini berjamur disepanjang jalan Ciawi menuju Puncak terjadi tiap tahun dibiarkan tanpa penertiban.

Bahkan arus kendaraan mulai tersendat dan memperparah kemacetan dengan adanya kios pedagang ini.

Dari sumber diketahui kios itu dibangun sebulan jelang Idul Fitri dan disewakan pada pedagang anehnya kegiatan tahunan ini seakan dibiarkan dan didukung oknum aparat wilayah .

Benarkan setoran atau pungutan kios pedagang dijalan Ciawi ini dilindungi oknum tertentu dan kemanakah setoran dari pedagang tersebut.

” Ya itu sudah gak aneh tiap tahun dibuat kios dari bambu dengan atap terpal seadanya .

Tapi kalo sewa harganya cukup lumayan dkalikan jumlah kios relatif besar dan mengiurkan.

Belum lagi biaya listrik apa bisa diberi penerangan kalo ga bayar juga.

Nah kemana setoran pedagang itu apa sampai kekabupaten Bogor dan disetujui Bupati .

Atau memang hanya sampai pada oknum tingkah wilayah itu.

Kami selaku elemen masyarakat juga mempertanyakan hal ini.

Jangan karena urusan yang dibilang setahun sekali seakan rusak dan tidak ada aturan diKabupaten Bogor khususnya kecamatan Ciawi ” tegas Mad Kelor ketua Divisi Survey dan Litbang Forum Kajian TARUNA ( Tameng Rakyat Untuk Nusantara) pada media,Jumat (28/3).

Sementara itu dimintai konfirmasi dan statemen Bupati Bogor hingga berita diturunkan belum memberikan jawaban.

Dari pantuan media,diketahui setiap Ramadhan dikawasan itu mulai dari Pasar Ciawi hingga depan Polsek Ciawi tampak trotoar bahkan saluran yang ditutup bambu disulap untuk dibangun kios-kios pedagang.

Agenda kerja 100 hari Bupati Bogor seirama dengan langkah nyata Gubernur Jawa Barat dalam melakukan pembenahan baik pedagang juga potensi pendapatan daerah sektor pajak dan retribusi daerah sedang digalakan.

Dimana Gubernur Jabar turun langsung kebawah tak kenal basa-basi menemui masyarakat langsung menuju pedagang pasar untuk dibenahi dan ditata juga parkiran seperti viral dimedia sosial.

Khusus pedagang dadakan diruas jalan Ciawi hingga kantor Kecamatan Ciawi itu terjadi setiap tahun dan seakan diabaikan serta dibiarkan pihak Pemkab Bogor dan unsur muspika setempat.

Harusnya pihak kecamatan Ciawi juga unsur muspika lainnya turun tangan dan peka melihat gejala sosial dan ketertiban serta keamanan.

Tentunya Ciawi itu wajahnya terlihat dari mulai pasar hingga kantor kecamatan Ciawi .

Tampak semerawut dan tentunya apapun pergerakan aktifitas masyarakat yang tidak tepat dan benar dalam tata kelola wilayah jangan dibiarkan apalagi menjadi agenda rutin tahunan.

Dalam aturan lalu lintas jelas bahwa jalan dan trotoar tidak boleh digunakan untuk kegiatan lainnya apalagi adanya kios pedagang atau lapak.

Apalagi yang dijadikan kios saluran air yang ditutup dengan bambu dan dikotak- kotak layaknya resmi ada ijinya.

( Red03)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *