MTSN Kota Bogor Berpeluang Rehab Bangunan PUPR 2025 & SBSN Madrasah 2026

BOGOR – Kabar terbaru dan mengembirakan bagi masyarakat pendidikan khusus Kota Bogor yakni adanya penambahan jumlah ruang kelas baru atau lokal belajar sebab animo dan daya tampung peminat jalur madrasah tingkat Tsanawiyah negeri di Kota Bogor tak berbanding dengan daya tampungnya saat ini.
informasi kepala MTSN Kota Bogor ,Ahmad Tarmiji,Sag,MPd pada wartawan Jumat (7/2) pihak PUPR telah datang mencek lahan dan lokasinya.
” Lahan dimadrasah kami memang masih ada yang kosong dekat dengan lapangan upacara .

Dan untuk penambah lokal atau ruang kelas baru direncanakan Untuk SBSN tahun 2026.
Sedangkan pada tahun ini 2025 rencananya akan mendapatkan Rehabilitasi Bangunan atau ruang kelas dari Kementerian PUPR.
Dah sudah di cek sama PUPR” tulis Ahmad Tarmidhi.
Dari sumber kementerian agama pusat diketahui adanya Program pembangunan infrastruktur madrasah dengan skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) akan terus bergulir pada 2025.
Kementerian Agama tengah menyiapkan anggaran ratusan miliar untuk terus emningkatkan kualitas sarana prasarana pendidikan di madrasah.
“Anggaran SBSN tahun 2025 sebesar Rp.848.599.000.000. Kami masih menunggu daftar dan calon penerima manfaat program ini yang akan dirilis oleh Bappenas dan DJPPR (Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko),” ujar Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah M Sidik Sisdiyanto di Jakarta.
Hal ini disampaikan Sidik Sisdiyanto saat memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Peningkatan Mutu Madrasah melalui SBSN dan Evaluasi Pelaksanaan SBSN.
Sidik Sisdiyanto mengapresiasi kemajuan pembangunan gedung-gedung madrasah penerima SBSN 2024.
Sidik Sisdiyanto optimisme SBSN 2025 akan bertambah.
Saat ini, pemerintah merencanakan anggaran hingga Rp3 triliun untuk pembangunan infrastruktur madrasah, namun masih dalam proses pendataan. “Upaya sedang dilakukan untuk memperbaiki data tersebut agar pembangunan sarana dan prasarana dapat berjalan lancar,” tambahnya.
Sidik Sisdiyanto juga menyoroti program quick wins yang segera dilaksanakan Kementerian PUPR dan Bappenas. Program ini mensyaratkan bahwa madrasah yang akan menerima manfaat SBSN pada TA 2025 belum pernah mendapatkan alokasi pembangunan gedung SBSN pada tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Subdirektorat Sarana dan Prasarana pada Direktorat KSKK Madrasah Arif Rahman, menambahkan, rapat koordinasi bertujuan mengevaluasi pelaksanaan proyek SBSN pada triwulan ketiga 2024 serta mempersiapkan SBSN 2025.
Ia menyatakan bahwa Kementerian Agama masih menunggu penetapan dari DJPPR terkait madrasah penerima manfaat SBSN 2025.
“Penting bagi setiap pihak untuk menjaga ketertiban administrasi, terutama dalam pelaporan keuangan, guna menghindari potensi temuan atau masalah di masa mendatang,” ujar Arif.
( Red03)



