PTS di Balangan Dukung Pemerintah Ciptakan 1.000 Sarjana

BALANGAN – Perguruan tinggi swasta (PTS) Universitas Sapta Mandiri (Univsm) di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan mendukung program pemerintah daerah untuk menciptakan seribu sarjana dengan menitik beratkan pada pendekatan inklusi pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kita terus berkomitmen mendukung program seribu sarjana dari pemerintah daerah, karena program ini sangat mulia dan membantu sekali bagi masyarakat yang kurang mampu,” kata Rektor UNIVSM Abdul Hamid di Balangan, Selasa.
Abdul Hamid menjelaskan, program seribu sarjana merupakan program unggulan Pemerintah Kabupaten Balangan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Menurut Hamid UNIVSM menjadi salah satu perguruan tinggi yang bermitra dalam pelaksanaan program beasiswa tersebut.
Terlebih lagi UNIVSM merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang berada di Kabupaten Balangan dan juga satu-satunya Universitas di wilayah Banua Enam, sementara perguruan tinggi yang lain berada di luar daerah.
“Program seribu sarjana ini merupakan program Bupati Balangan melalui Pemkab dan Univsm hadir sebagai kampus mitra dalam mendukung serta menjalankan program tersebut,” ujar Hamid.
Menurut Rektor keunggulan UNIVSM dalam mendukung program ini terletak pada fokus terhadap inklusi pendidikan, khususnya bagi kelompok masyarakat rentan seperti perempuan, masyarakat adat, serta masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).
Hamid mengungkapkan, sekitar 20 persen mahasiswa UNIVSM berasal dari masyarakat adat dan wilayah 3T, dan hal ini menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam mendorong pemerataan akses pendidikan tinggi di Kabupaten Balangan.
Pendekatan inklusi pendidikan di UNIVSM diterapkan secara menyeluruh pada seluruh fakultas yang ada, meliputi Fakultas Kesehatan, Sains dan Teknik, Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan Sosial Humaniora.
Rektor menambahkan, seluruh fakultas tersebut berperan aktif dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas dan berkeadilan, serta menjadi ujung tombak dalam mengimplementasikan nilai-nilai inklusivitas di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa program 1000 sarjana ini tidak hanya menjadi capaian angka, tetapi benar-benar memberikan kesempatan yang setara bagi semua kalangan untuk memperoleh pendidikan tinggi,” tambahnya. (AKHMAD SIDIK)



