Pemkab dan Kodim 1811 Teluk Wondama Berkolaborasi Dukung Ketahanan Pangan

TELUK WONDAMA – Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, Propinsi Papua Barat bekerjasama Kodim 1811 Teluk Wondama berkomitmen dalam rangka mewujudkan Ketahanan Pangan dan mengembangkan sistem ketahanan pangan yang kuat, dinamis dan sinergis.
Komitmen pemerintah kabupaten teluk Wondama siap berkolaborasi dengan kodim 1811 Teluk Wondama dalam rangka mensukseskan program makanan bergizi gratis sesuai arahan dari bapak presiden. Hal ini diungkapkan wakil Bupati Anthonius A. Marani SIP.KP, Senin (14/4).
“Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama juga mendukung sepenuhnya atas pelaksanan kegiatan ketahanan pangan dan program makanan bergizi gratis. Pemerintah akan memberikan bantuan serta fasilitas untuk mendukung penunjangan produksi pertanian di Kabupaten Teluk Wondama”, tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Teluk Wondama Korneles Paduai menyampaikan program program berkaitan dengan ketahanan pangan kedepan. Langkah kongkrit tersebut terangkum dalam program kerja untuk tahun 2025-2030.
Dasar program ini mengacu kepada visi dan misi pemerintah daerah kepemimpinan Elysa Auri SE.MM sebagai bupati teluk Wondama dan wakil bupati Anthonius Alex Marani SIP.kp. Dengan visi misi dalam Lima tahun kedepan yaitu mewujudkan Wondama sebagai tanah peradaban yang aman dan sejahtera.
“Itulah visi yang menjadi dasar atau acuan program kami dari visi misi itu ada misi yang akan kami terjemahkan kedalam program program dinas pertanian dan pangan dalam visi misi itu di tanamkan oleh bapak bupati dan wakil Bupati dalam kepemimpinan ada 6 misi di dalam poin kedua ada misi tentang pemberdayaan ekonomi lokal kemudian dalam poin 4 optimalisasi dana otsus dari misi itu ada dua poin ini yang menjadi dasar dinas pertanian dan pangan untuk menyusun program 5 tahun kedepan,” jelasnya.
“Dalam misi ekonomi local, kami dinas pertanian akan menyusun program program sesuai APBD yang ada sesuai dengan program perintah di tahun 2025 yang pertama optimasi lahan pertanian itu adalah program 100 kerja dari bapak bupati dan wakil Bupati dan optimasi lahan ini, target kami adalah lahan sawah yang ada di sobey dan sobey indah distrik teluk diairi, lahan kami di sana itu potensi nya adalah 150 hektar dan di buka pada tahun 2016 oleh TNI itu sebanyak 130 hektar, namun di tahun 2016 itu lahannya belum sempurna karena itu adalah lahan primer yang di buka adalah hutan rimba maka yang jadi pada waktu itu ada 130 hektar dan sempat kami tanam kurang lebih 47 hektar pada waktu itu sehingga dari sisa lahan itu ada sisa kurang lebih ada 90 hektar maka di dalam program pemerintah tahun ini di lakukan optimasi lahan kami rencanakan ini masih proses anggaran dan penetapan anggaran apakah visi misi di akomodir dalam penetapan anggaran Bupati dan wakil Bupati,” jelas Korneles Paduai.
“Kami rencanakan 75 hektar akan optimasi lahan untuk kusus lahan Sobey Dan Sobey Indah di dalam optimasi lahan itu rencana akan melakukan penanaman seluas kurang lebih 40 hektar,40 hektar itu karena ada lahan yang bisa kami Tamami tidak ada hambatan yaitu sumber irigasi air itu memenuhi kebutuhan, sedangkan kami masih melakukan optimasi lahan, yaitu ada perbaikan saluran, kemudian penataan lahan yang dulu di cetak itu lunturnya belum baik dan kami akan buat jadi baik di dalam kegiatan optimasi lahan, karena irigasi di kampung sobey di sebelah bawah airnya belum ada, karena pembangunan irigasi nya Masi di atas dan saluran air belum terbangun maka itu yang akan kami optimasi kan dan kami akan bangun saluran irigasi perpompaan dan baknya kami akan bangun dan akan menginstalasikan kepada saluran lahan lahan yang kami optimasi, sehingga lahan itu bisa kami tanami di dalam tahun ini sampai dengan tahun kedepan, sambil kita mengajukan ke pusat untuk tersiernya yaitu adalah program optimasi lahan yang target kami 75 hektar,” ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan rencananya akan tanam kalau tidak ada kendala di lapangan maka target sekitar 40 hektar itu program Bupati dan wakil Bupati periode 2025 ini dan kusus untuk program penanaman padi sawah karena itu berkaitan dengan program pemerintah pusat.
Kemudian di tahun ini juga kami mendapatkan bantuan benih padi ladang saja sebanyak 5 hektar benihnya suda dalam perjalanan dan ini akan tersebar di beberapa distrik sesuai dengan permintaan petani, di Wasior, teluk duari, rasei nikwar kemudian wamesa yang sudah diajukan oleh beberapa kampung, akan di tanam di tahun ini
Untuk program makanan bergizi gratis ini kami telah memprogramkan program bapak Bupati dan wakil Bupati ini kami akan melakukan pengembangan sayur sayuran di pekarangan yang bisa di tanami sperti warayaru rasei kurang lebih 25 hektar, dan bisa mendukung program makanan bergizi gratis.
Dan juga ada penanaman jagung sekitar 17 hektar, dan juga akan bangun pertenakan ayam potong sesuai dengan program Bupati dan wakil Bupati sebanyak 30 unit sekala rumah tangga dan ayam petelur ada 6 unit kandang, suda percontohan di warayaru 300 ekor itu adalah petani binaan polres
Untuk skala rumah tangga 120 ekor, kemudian ada juga peternakan bibi dengan skala rumah tangga 1 pasang babi jantan dan betina delapan 8 unit dan mendatangkan 20 ekor sapi karena menjaga populasi yang ada itu ada program dinas pertanian.
Selain dari program itu ada juga kegiatan kegiatan berkaitan dengan pengolahan tanaman sagu ini suda sejak dulu kita depan itu berpikir tentang pemetaan wilayah wilayah sagu ini sehingga kita peraturan untuk melindungi kawasan kebun sagu ini, menjaga populasi sagu ini, sebagai persediaan pangan
Ada juga tanaman yang uji adaptasi seperti kopi di naikere kurang lebih 25 hektar dan ada di Wasior dalam masa pertumbuhan tanaman ini seumpama juga sebagai penyangga untuk banjir kama kedepan kita bisa melakukan program penanaman kopi di daerah rawan banjir mungkin
“Fokus kami untuk pengembangan kepada peternakan ayam potong dan ayam petelur dan juga akan membangun rumah potong hewan dan menyediakan tempat penyimpanan dan melakukan langkah langkah untuk menekan harga biaya pakan, sehingga petani ini tidak terbebani biaya pakan. Kami juga punya lahan pertanian yang ada Wiri Anggi kurang lebih ada 200 hektar itu rencana akan di bangun 2026 Dan Bupati dan wakil Bupati sangat mendukung program pangan ini sehingga pagu anggaran di naikan,” pungkasny. (IAN HENENY)..



