PEMERINTAHAN

Distribusikan Logistik Daerah Terpencil, KPU Balangan Tambah Anggaran Transportasi

BALANGAN – Pemilihan umum semakin dekat. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Balangan terus mempersiapkan pesta demokrasi tersebut.

Setelah menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara, saat ini KPU Balangan menunggu surat suara tambahan dan pergantian dari surat suara rusak.

KPU Balangan juga telah memetakan daerah rawan bencana saat pendistribusian logistik ke TPS.

Komisioner KPU Wahyudi mengatakan membaca kerawanan bencana saat melaksanakan distribusi logistik ada beberapa desa yang dikategorikan daerah rawan bencana.

Yaitu daerah yang biasa mengalami banjir yaitu di Desa Juai menuju Desa Sumber Rezeki Kecamatan Juai.

“Saat banjir akses ke daerah tersebut biasanya tertutup, dan kami telah melakukan antisipasi ketika saat pendistribusian tengah terjadi banjir karena biasanya banjir bisa sampai setinggi dada orang dewasa,” ujarnya.

Pendistribusian akan dilakukan H-1 yaitu tanggal 13 Februari 2024, sedangkan untuk desa yang paling terpencil adalah di Dusun Libaru Sungkai Desa Binuang Santang Kecamatan Halong.

Dari KPU mempersiapkan personel pendistribusian lengkap dengan sarana yang bisa digunakan untuk menembus jalan dengan medan ekstrim.

“Untuk anggaran juga kami tambah di daerah rawan dan juga terpencil, didistribusikan ke setiap kecamatan. Anggaran tambahan ini, untuk mengantisipasi jalur yang putus apabila terjadi bencana banjir,” ungkapnya.

Untuk pengamanan dari pihak berwajib juga telah melakukan koordinasi agar desa yang terpencil atau juga rawan bencana bisa mengantarkan logistik pemilu dengan lancar sesuai jadwal yang ditetapkan.

Diketahui pada Pemilu 2024 ini, daftar Pemilih Tetap tingkat Kabupaten Balangan yaitu Jumlah Pemilih aktif 96.016, Jumlah Pemilih baru 416, Jumlah Pemilih tidak memenuhi syarat 529, Jumlah perbaikan data pemilih 169, Jumlah pemilih potensial Non KTP elektronik 2.588. Dengan Jumlah TPS 429 dan Jumlah desa kelurahan 157.

Terdapat kenaikan jumlah pemilih jika dibandingkan dengan 2019 lalu sekitar 7000 pemilih. Hal ini karena adanya penambahan jumlah penduduk dan naiknya angka pemilih pemula. (Akhmad Sidik)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *