PEMERINTAHAN

Dirut Perumda Tirta Pakuan Jamin Kualitas Air & Produktif Layani Warga Kota Bogor Di Hari Idul Fitri

BOGOR – Layanan air bersih tentu amat vital apalagi saat jelang hari raya idul Fitri tahun 2026.

Akan hal tersebut pihak manajemen Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, memastikan layanan distribusi air bersih kepada pelanggan tetap berjalan optimal.

Adapun upaya dan langkah antisipasi telah disiapkan guna menjaga kelancaran pasokan air selama masa libur Lebaran.

Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan, mengatakan seluruh departemen telah menyiapkan skenario operasional untuk mengantisipasi potensi gangguan selama periode libur.

“Meski memasuki masa libur Lebaran, operasional tetap berjalan seperti biasa dengan tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi,”ujar Dirut ,Rino Gusniawan pada media.

Selain itu dipaparkan juga dari sisi produksi, ketersediaan bahan kimia untuk proses pengolahan air telah dipastikan aman hingga satu bulan ke depan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan keterlambatan distribusi bahan selama masa libur.

Selain itu, tim teknis lapangan juga dipastikan tetap siaga di setiap zona pelayanan.

Petugas jaringan tidak mengambil cuti mudik agar dapat segera menangani jika terjadi gangguan pada jaringan distribusi air.

Di sisi pelayanan pelanggan, Perumda Tirta Pakuan memastikan layanan pengaduan tetap aktif selama 24 jam.

Masyarakat dapat menyampaikan keluhan melalui call center maupun kanal media sosial resmi perusahaan.

Menurut Rino, penggunaan teknologi penjawab otomatis pada layanan pesan juga dimanfaatkan untuk mempercepat proses penyaringan laporan dari pelanggan.

“Teknologi ini membantu memilah laporan yang memerlukan penanganan langsung petugas di lapangan dan kendala teknis yang sebenarnya bisa diselesaikan secara mandiri oleh pelanggan,” jelasnya.

Ia mencontohkan, beberapa laporan air tidak mengalir ternyata disebabkan oleh posisi stop valve atau keran setelah meteran yang tertutup tanpa disadari.

Selama Ramadhan hingga Idulfitri, Tirta Pakuan juga mengantisipasi perubahan pola pemakaian air masyarakat.

Puncak penggunaan biasanya terjadi menjelang waktu Subuh, sehingga dapat menyebabkan penurunan tekanan air sementara.

“Biasanya kondisi tersebut akan kembali normal sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB.

Dan untuk meminimalkan dampak kebocoran pipa, Tirta Pakuan telah menerapkan sistem District Meter Area (DMA).

Sistem tersebut, jika terjadi kebocoran di satu titik, pemadaman air hanya dilakukan pada wilayah terdampak tanpa mengganggu pasokan di seluruh Kota Bogor” paparnya.

(AB)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *