RAGAM

Milad ke-18 Majelis Mu’allimin Muta’allimin, Tabligh Akbar di Mega Residence Dipadati Jamaah Lintas Kecamatan

BOGOR — Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti halaman Masjid Baitul Mujahidin, Perumahan Mega Residence RT 02/RW 16, Desa Cikahuripan, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Minggu (18/10/2026).

Ratusan jamaah dari berbagai wilayah menghadiri Tabligh Akbar yang digelar Majelis Mu’allimin Muta’allimin dalam rangka memperingati Milad ke-18 sekaligus Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut tidak sekadar menjadi momentum memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat kepedulian sosial, dan menyatukan masyarakat melalui nilai-nilai keagamaan.

Antusiasme jamaah terlihat dari kehadiran masyarakat yang tidak hanya berasal dari Desa Cikahuripan dan Kecamatan Klapanunggal, tetapi juga dari Kecamatan Cileungsi, Jonggol, Gunung Putri, serta sejumlah wilayah lainnya.

Kehadiran jamaah lintas kecamatan tersebut menambah semarak kegiatan sekaligus memperlihatkan kuatnya ikatan silaturahmi masyarakat melalui majelis ilmu dan dakwah.

Sebelum memasuki rangkaian acara inti, kegiatan diawali dengan doa bersama untuk Kepala Desa Cikahuripan, Andi Upi, yang sedang sakit.

Di tengah suasana kebersamaan, doa dipanjatkan agar Allah SWT memberikan kesembuhan, kesehatan, serta kekuatan kepada kepala desa tersebut sehingga dapat kembali beraktivitas dan menjalankan amanahnya dalam melayani masyarakat.

Sekretaris Desa Cikahuripan, Encin, mengatakan doa bersama tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa, panitia, dan masyarakat terhadap kondisi kepala desa mereka.

“Acara diawali dengan doa bersama untuk Kepala Desa Cikahuripan yang sedang sakit. Kami semua mendoakan semoga beliau segera diberikan kesembuhan, kesehatan, dan kekuatan sehingga dapat kembali beraktivitas serta menjalankan amanahnya,” ujar Encin.

Momen tersebut menjadi pengingat bahwa kebersamaan masyarakat tidak hanya terbangun dalam perayaan, tetapi juga melalui kepedulian dan doa ketika sesama tengah menghadapi ujian.

Tabligh Akbar ini menghadirkan KH. Cepi Safarudin, S.Pd.I., yang dikenal dengan nama Uche Al-Bantani, sebagai penceramah.

Acara juga dihadiri Aa KH. Zainal Akhyar selaku pimpinan Majelis Mu’allimin Muta’allimin.

Suasana religius semakin terasa melalui lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh H. Syamsuri Firdaus, S.Hum., M.Ag., seorang qori internasional.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar majelis untuk terus menghadirkan dakwah Islam yang menyejukkan, memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta mengajak masyarakat mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan pemerintah desa, Sekretaris Desa Cikahuripan Encin, Ketua Panitia Makmur Nurhendi, unsur Majelis Ulama Indonesia (MUI), para ketua RT dan RW, tokoh agama, ulama, panitia Tabligh Akbar Perumahan Mega Residence, serta jamaah majelis ibu-ibu dan bapak-bapak.

Ketua Panitia Tabligh Akbar, Makmur Nurhendi, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan baik.

Menurut dia, Milad ke-18 Majelis Mu’allimin Muta’allimin yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum penting untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus mempererat persaudaraan antarsesama umat Islam.

“Alhamdulillah, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan mendapat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat. Kami sangat bersyukur karena jamaah yang hadir bukan hanya dari Cikahuripan dan Klapanunggal, tetapi juga dari Cileungsi, Jonggol, Gunung Putri, dan wilayah lainnya,” kata Makmur.

Ia berharap kegiatan keagamaan semacam ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi wadah bagi masyarakat untuk memperdalam ilmu agama, menjaga persatuan, serta memperkuat hubungan sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, keberhasilan kegiatan bukan semata-mata diukur dari banyaknya jamaah yang hadir, melainkan juga dari manfaat dan nilai kebaikan yang dapat dibawa pulang oleh setiap peserta.

Rasa syukur juga disampaikan Makmun Nawawi, salah satu panitia yang bertugas mengatur parkir kendaraan jamaah.

Di balik kelancaran kegiatan, para petugas lapangan turut berperan memastikan jamaah dapat mengikuti acara dengan nyaman, termasuk dalam pengaturan kendaraan di sekitar lokasi.

Makmun mengatakan dirinya merasa bersyukur karena kegiatan berlangsung lancar hingga selesai. Ia juga menyampaikan bahwa doa dan harapan warga Perumahan Mega Residence menjadi bagian penting dari kebersamaan dalam menyukseskan acara tersebut.

“Alhamdulillah, kami merasa mendapat berkah. Doa-doa warga Perumahan Mega Residence terkabul semua, dan acara berjalan lancar sampai selesai. Aamiin,” ujar Makmun Nawawi.

Pernyataan tersebut menggambarkan rasa syukur panitia dan warga yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan keagamaan tersebut.

Bagi masyarakat, keberhasilan acara bukan hanya tentang terselenggaranya sebuah peringatan, tetapi juga tentang terpeliharanya kebersamaan, kepedulian, dan semangat saling membantu.

Peringatan Milad ke-18 Majelis Mu’allimin Muta’allimin sekaligus Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung dalam suasana khidmat, penuh kekeluargaan, dan kebersamaan.

Perjalanan 18 tahun majelis tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran majelis taklim sebagai tempat menimba ilmu, memperdalam pemahaman agama, serta membangun hubungan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

Di tengah berbagai tantangan kehidupan, kegiatan keagamaan diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW perlu diwujudkan melalui sikap saling menghormati, kepedulian kepada sesama, kejujuran, dan semangat membantu masyarakat yang membutuhkan.

Panitia berharap seluruh rangkaian kegiatan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT dan ilmu yang disampaikan para ulama dapat menjadi tuntunan bagi jamaah dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Milad ke-18 ini pun menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah majelis bukan hanya terletak pada lamanya perjalanan, melainkan pada kemampuannya menjaga persaudaraan, menebarkan manfaat, dan menghadirkan nilai-nilai kebaikan bagi masyarakat.

Dari halaman Masjid Baitul Mujahidin, pesan yang dibawa pulang bukan sekadar peringatan Maulid Nabi, melainkan harapan agar kecintaan kepada Rasulullah SAW terus hidup dalam tindakan nyata, kepedulian sosial, dan persaudaraan yang tak terputus.(AG)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *