Sampah di Buang Sembarangan, Inspektorat Diminta Panggil Ka. UPT PS 3 Ciawi

BOGOR – Setelah heboh dijagat Maya soal pesta kaum Sodom antar jenis dikawasan Puncak kini viral kasus sampah dari truk petugas sampah UPT Ciawi yang dibuang kelahan warga desa Ciadeg , Kecamatan Cigombong.
Dari informasi dihimpun ,armada Sampah Ciawi Turunkan Sampah di Lingkungan Warga, UPT Sebut Karena Ban Kempes.
Lalu benarkah, alasan ban kempes berkolerasi dengan sampah harus diturunkan dahulu?.
Diketahui armada sampah UPT Pengelolaan Sampah Wilayah III Ciawi, membuang muatannya di lingkungan warga.
Viral video adanya
Armada sampah UPT Pengelolaan Sampah Wilayah III Ciawi,ada juga sejumlah pekerja yang tengah memilah sampah di lokasi tersebut.
Namun pihak Kepala UPT Pengelolaan Sampah wilayah 3 ,Ciawi tidak menjawab konfirmasi media,padahal HP aktif dihubungi.
Dari informasi yang didapat, kejadian itu berlokasi di Kampung Lenggis, Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, pada Rabu 25 Juni 2025.
Sampah tersebut diduga berasal dari sebuah hotel di wilayah Cigombong.
Aksi itu pun mendapat respon negatif di masyarakat dan elemen LSM pemerhati lingkungan.
Komentar menghujat dan menyayangkan adanya armada milik pemerintah yang sembarangan membongkar sampah di lingkungan warga, bukan langsung ke TPA Galuga.
Sementara itu didesa Ciadeg sendiri pengelolan sampah warga masih dengan cara dibakar.
Walau ada predikat KRL ( Kampung Ramah Lingkungan ) Desa Ciadeg tersebut.
Dimana tentu seharusnya tidak diperbolehkan adanya sampah yang dibakar, namun untuk mengatasi persoalan sampah hal tersebut terpaksa dilakukan.
“iya betul, pendamping memang pernah bilang tidak boleh dibakar, namun saat ini kami memang belum memilki tempat hibah untuk penampungan sampah, warga inisiatif tiap harinya sampah dibakar” kata salah satu sumber desa.
Bahkan hal senada juga dikatakan oleh UM selaku pendamping lingkungan hidup pada kampung ramah lingkungan.
“Seharusnya sampah memang dikelola seperti dibuatkan Bank sampah atau sejenisnya, dan memang tidak boleh ada pembakaran sampah, karena bertentangan dengan konsep kampung ramah lingkungan yang memang predikat tersebut disandang oleh desa Ciadeg,”katanya.
UM juga menambahkan sampai saat ini memang belum ada kerjasama untuk pengangkutan sampah di desa Ciadeg dengan pihak UPT kebersihan Ciawi.
” Jadi memang selama ini sampah yang ada dibakar,” pungkasnya
( Red03)



