Dinas Pendidikan Balangan Dukung Ketahanan Pangan, Minta Sekolah Manfaatkan Lahan Kosong

BALANGAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Balangan mendukung gerakan ketahanan pangan keluarga dengan memanfaatkan lahan kosong di sekolah-sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Balangan, H. Abiji menyampaikan, langkah ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Balangan terkait Gerakan Ketahanan Pangan Keluarga.
“Kami melihat banyak lahan di sekolah-sekolah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan program ini, kita ingin mengubah lahan-lahan tersebut menjadi produktif, tidak hanya untuk kebutuhan sekolah, tetapi juga sebagai dukungan terhadap ketahanan pangan di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Dalam penjelasannya, H. Abiji menyampaikan bahwa sekolah-sekolah diminta untuk menanam berbagai jenis tanaman pangan, seperti tomat, cabai, bawang, dan terong, di pekarangan yang belum digunakan.
Selain itu, sekolah juga diimbau untuk menanam tanaman obat atau apotik hidup, jahe, kunyit, sereh, kencur, daun sirih, daun salam dan sekolah juga di minta untuk menanam tanaman kesehatan seperti ginseng, licorice, daun pegagan, bunga kamelia, lidah buaya.
H. Abiji menambahkan, sekolah dapat memanfaatkan jenis tanaman seperti pucuk merah, melati Jakarta, tanaman boxwood, cemara kipas, soka jawa, lidah mertua, bambu kuning.
Tak hanya itu, sekolah juga disarankan menanam rumput jepang dan rumput gajah mini di halaman terbuka.
“Melalui program ini, kami juga ingin menanamkan nilai-nilai peduli lingkungan kepada siswa. Selain itu, tanaman seperti apotik hidup dapat mendukung kesehatan siswa melalui program UKS,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara kepala sekolah, guru, dan siswa dalam menyukseskan program ini.
“Kami berharap seluruh elemen pendidikan dapat bersinergi untuk mewujudkan sekolah yang tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi pelopor dalam pengelolaan lingkungan,” tegasnya.
Dengan adanya program ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan berharap dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah, masyarakat sekitar, serta menjadi langkah konkret dalam mendukung ketahanan pangan di daerah.
“Sekolah adalah tempat strategis untuk memulai perubahan. Jika ini berjalan sukses, kami yakin manfaatnya akan sangat besar,” tutup H. Abiji.(Akhmad Sidik)



