Kunker Gubernur ke Halmahera Selatan, Nelayan Keluhkan Minimnya Alat Tangkap

HALMAHERA SELATAN – Disela sela kunjungan kerja (Kunker) ke Halmahera Selatan, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengan nelayan dan pedangan ikan di Badan Pengelolaan Pelabuhan Perikanan Daerah (BP3D) di Desa Panamboang, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Senin (30/6).
Dalam kunker tersebut, Gubernur Sherly Tjoanda didampingi Bupati Halmahera Selatan, Bassam Kasuba, dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Sherly membuka sesi dialog dengan para nelayan dan pedagang ikan yang hadir dalam agenda kunker tersebut.
Sejumlah nelayan dan pedagang ikan menyampaikan keluh kesah mereka. Beberapa di antaranya adalah fasilitas alat tangkap yang kurang, kesulitan mendapat BBM subsidi saat melaut, hingga berkurangnya pendapatan penjualan ikan.
Menurut Sherly, belum lama ini dirinya telah bertemu dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono. Dalam pertemuan itu, mereka membahas terkait pengembangan sektor perikanan Maluku Utara.
Dia juga mengatakan bahwa Pemprov Maluku Utara pada tahun ini mengalokasikan anggaran sebanyak Rp 9 miliar lebih untuk Halmahera Selatan.
Uang tersebut digunakan untuk membangun kostor di Desa Bajo, Kecamatan Kayoa, bantuan perahu nelayan, dan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). “Termasuk pengadaan kapal ikan, dan Halmahera Selatan juga dapat. Sementara sedang dikaji, pembagian ke 10 kabupaten dan kota,” ungkapnya.
Sherly juga menjawab pertanyaan salah satu nelayan terkait kapal dengan kapasitas 30 GT tidak mendapat BBM subsidi dari pemerintah. Dia menyebut, kapal dengan kapasitas 30 GT tidak bisa mendapat BBM subsidi karena aturannya sudah ada dari pemerintah pusat.
“Tapi dengan adanya Koperasi Merah Putih itu bisa. Karena Koperasi Merah Putih dapat akses, jadi nanti kita lihat juknisnya dan didiskusikan,” jelasnya.
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Malut pun akan memberi bantuan berupa alat timbang ikan dan cool box ke pedagang ikan di Halmahera Selatan.
Sherly juga menegaskan komitmennya mendorong pengembangan perikanan dan kelautan. Hal ini dilakukan untuk mendongkrak ekonomi nelayan maupun pedagang ikan.
“Halmahera Selatan punya potensi perikanan yang luar biasa. Kita sudah petakan, dan akan kita kerjakan setiap tahun,” tandasnya.(Joe)



