Uncategorized

Jalan Rusak Sepanjang Jalan, Lubang Maut Bagi Pengendara

PALEMBANG-Dodi (32) menatap tajam ke jalan berlubang tak jauh dari rumahnya. Pemilik cucian motor di ruas jalan lintas timur ini mengatakan, hampir setiap minggu, ada pengendara motor yang terperosok di lubang jalan itu.

“Sudah banyak pengendara motor yang kecelakaan karena lubang itu. Bulan lalu ada yang terjerembab di lubang besar itu,” ujar Dodi dengan jari telunjuk mengarah ke lubang yang berjarak sekitar 50 meter dari tempat cucian motor miliknya, di Desa Sungai Dua Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin itu, Jumat (10/6/2022).

Dodi adalah satu dari beberapa pemilik cucian motor di kawasan Desa Sungai Dua di tepi jalan lintas timur yang kini dalam kondisi rusak parah itu.

Ia mengaku pernah beberapa kali mengantarkan pengendara sepeda motor ke rumah sakit lantaran mengalami luka parah karena mengalami kecelakaan.

“Sudah biasa, kalau ada orang jatuh di lubang itu. Dari pelat nomor, rata-rata mereka bukan orang sekitar sini,” katanya.

Menurut Dodi, kecelakaan sering terjadi pada malam hari, terutama saat hujan deras sehingga lubang di jalan tak kelihatan lantaran terendam air.

Diameter lubang bervariasi, mulai dari sekitar 50 centimeter hingga lebih dari 125 centimeter. Tetapi, yang berbahaya adalah kedalaman lubang itu.

Lubang-lubang ini bukan hanya tersebar di tengah jalan, namun mayoritas justru berada di tepi jalan dan pada bagian kanan dan kiri yang lazimnya buat dipergunakan untuk kendaraan bermotor.

Selain di kawasan Desa Sungai Dua Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin, kerusakan parah juga terlihat di wilayah Dusun lll Jerambah Itam Desa Talang Cempedak Kecamatan Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Bahkan, akibat menghindari sebuah motor yang oleng karena terkena lubang di kawasan tersebut, sebuah mobil minibus menghantam sebuah pohon karet di kawasan itu.

Di lokasi kejadian, ada motor yang tiba-tiba oleng karena menghantam lubang. “Saya terpaksa membanting setir ke kanan karena berusaha menghindari pengendara motor itu,” ujar Revi, sopir minibus itu pekan lalu.

Beruntung kecelakaan itu tak menimbulkan korban jiwa. Kecelakaan itu terjadi pada malam hari. Evakuasi dilakukan dengan cepat sehingga tidak menimbulkan kemacetan.

Antoni, warga muara batun mengatakan, tiap bulan selalu ada saja korban berjatuhan. Biasanya motor dan kecelakaan tunggal dan tabrak lari.

“Sejak sebelum lebaran idul fitri kemarin, banyak yang kecelakaan di jalan itu,” ujar Antoni di rumahnya yang berada tepat di pinggir jalan itu.

Anehnya, menurut dia, proses perbaikan jalan sampai hari ini belum dilakukan. Bukan hanya di kawasan Kecamatan Jejawi Kabupaten OKI, kerusakan jalan juga tampak di wilayah Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin.

Pantauan media ini, dari arah Palembang hingga ke Kabupaten OKI, menunjukkan beberapa ruas jalan dalam kondisi rusak parah.

Kerusakan jalan mulai terlihat di kawasan Desa Sungai Dua Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin. Di sini ada banyak aspal berlubang dan amblas.

Kondisi lubang cukup lebar dan banyak. Tiap 50 meter terlihat ada lubang. Saat hujan turun pengendara tidak dapat melihat lubang jalan karena tertutup air.

ADENI ANDRIADI

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.