TOP NEWS

Gaduh Pembayaran Kapal Betung, Ini Kata Kajari

BANYUASIN-Penjualan tanah negara kepada negara dengan mengatasnamakan perorangan untuk pembebasan lahan jalan tol Kapal Betung, dilakukan Kepala Desa (Eks Kades) Suka Mulia Kecamatan Banyuasin lll Kabupaten Banyuasin, Abdul Kadir Effendi.

Kepada media, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Banyuasin, Herman Budi, menjelaskan bahwa modus yang digunakan oleh tersangka adalah dengan cara membuat Surat Pengakuan Hak (SPH) atas Tanah milik negara menjadi milik perorangan.

“Luas tanah itu sekitar 10 hektare, terdiri dari 17 Surat Pengakuan Hak atas Tanah (SPHT). Pada 2019, negara mengalami kerugian mencapai Rp 1,2 miliar.

“Surat Pengakuan Hak atas Tanah tersebut dipergunakan untuk pengadaan pembangunan jalan tol Kapal Betung di kabupaten banyuasin melalui PT Sriwijaya Makmur Persada,” ungkapnya.

“Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, sejumlah barang bukti berupa dokumen telah kami amankan. Seperti dokumen jual beli dan surat-surat pengakuan hak atas tanah.

Hasil investigasi media ini dilapangan menyebutkan, mantan kepala desa suka mulia itu ditengarai secara sengaja telah melakukan penerbitan surat-surat pengakuan hak atas tanah dengan atas nama perorangan. Berdasarkan pengakuan sejumlah warga desa setempat yang namanya notabene digunakan untuk membuat surat-surat pengakuan hak atas tanah sama sekali tidak tahu menahu jika identitas mereka dipergunakan untuk keperluan mengurus surat-surat pengakuan hak atas tanah itu.

“Kami masih melakukan pengembangan, kemana saja uang uang pembayaran pembebasan lahan jalan tol Kapal Betung Ini mengalir.

Informasi yang didapat media ini dilapangan, mengungkap bahwa keberadaan PT Sriwijaya Makmur Persada sebagai sub bagian pembebasan lahan yang melakukan pembayaran pembebasan lahan jalan tol Kapal Betung di kabupaten banyuasin Ini masih dilakukan penelusuran.

“Kami menduga mantan kepala desa suka mulia itu tidak bekerja sendirian. Ada banyak pihak yang diduga terlibat dalam kasus pembebasan lahan negara dengan mengatasnamakan tanah milik perorangan ini.

“Kami juga telah mengamankan tersangka dan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 300 juta,” jelasnya, Selasa (19/7/22).

ADENI ANDRIADI

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.