Monday, 6 December 2021
Home / JUSTISIA / TINDAK TEGAS OKNUM PPNS” PEMBIARAN LAHAN HUTAN ” DISEROBOT” WNA KOREA

TINDAK TEGAS OKNUM PPNS” PEMBIARAN LAHAN HUTAN ” DISEROBOT” WNA KOREA

Bogor – Gabungan media dan elemen masyarakat yakni Korwil ( Kordinator Wilayah) Karang Taruna desa Tangkil ,menemukan sejumlah kejanggalan aneh yang patut dikembangkan penyidik juga kepala Balai Pusat Taman Nasional.
” Kita telah membuat kajian dan analisis bersama atas dugaan lahan di eks perkebunan ,yang digarap warga desa Tangkil ,kecamatan Caringin.Tentu Hal ini menarik ketika status lahan dan tanah diklaim milik salah satu warga asing atau Korea yang mengunakan nama orang Indonesia,AT” kata Kamaluddin alias Kunut.
Tim bersama menemukan sejumlah data dan fakta diantaranya hasil putusan MA ( Makamah Agung) dan sejumlah data foto dan rekaman pendukung lainnya.

Sementara diketahui pula Tim Pengelolaan Taman Nasional wilayah 3 Bogor,pada sekira bulan Maret atau , senin (15/3) yang di ketuai DS, Kabid Pengelolaan beserta Kasie dan jajarannya yakni TGM,AM dan dua stafnya,telah mengetahui, adanya tanah atau lahan kehutanan yang masuk ke dalam area Villa warga negara Korea bernam Fax Hyuan Dong dengan praktek nama pemohon berstatus karyawan inisial AT,diatas tanah garapan yang berasal dari H.Sarbini.Dari data dan fakta yang kami himpun baik berupa hasil putusan PTUN Bandung juga data dari surat desa dan data surat peralihan garapan sejak H.Sarbini telah lengkap bahkan niai dan jumlah transaksinya hingga kesimpulan tim investigasi telah utuh dan bulat .Dimana secara fakta di lapangan lahan villa masuk ke dalam patok batas area Taman Nasional, di blok Pasir ipis ,Desa Tangkil, Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor. Adanya tungak atau tapal batas diarea lokasi villa memperkuat fakta perbuatan melawan hukum terjadi.
“Kita ambil kesimpulan sementara, adanya kemungkinan lahan kehutanan yang masuk ke area Villa, dari titik gerbang
tembok yang ditandai tapal batas kehutanan hingga jalan desa dan jalur patroli menuju ke lokasi Villa.Hal ini
Diperkuat fisik lahan yang diserobot tersebut yakni dari pantuan di lapangan terlihat, lahan milik warga Korea yang disebut Fax Hyuan Dong, menutup akses jalan lintas Patroli Taman Nasional juga jalan Desa Tangkil.
Dikasus ini terdapat dugaan unsur konflik of interest dari petugas sendiri dimana sejak putusan kalah dipengadilan PTUN Bandung juga tingkat MA ( Mahkamah Agung) tidak ada aksi atau ekseskusi Taman Nasional setempat mengambil lahan yang diserobot itu.
” Kami kini mempertanyakan tugas dan fungsi Polhut juga PPNS dikehutanan atau fakta Yang ada itu.
Penyidik itu sendiri diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1983 tentang Pelaksanaan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana sebagaimana telah diubah oleh Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2010 tentang” ujar dia.
Dijelaskan Kamaluddin ” Penyidik dalam pasal 2 PP 58/2010, yaitu
a. pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia; dan
b. Pejabat pegawai negeri sipil.
Sedangkan Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (“Pejabat PPNS”) adalah pegawai negeri sipil tertentu sebagaimana dimaksud dalam KUHAP, baik yang berada di pusat maupun daerah yang diberi wewenang khusus oleh undang-undang. Demikian yang disebut dalam Pasal 1 angka 6 PP 58/2010.Tentu kita pertanyakan kemana PPNS di Kehutanan ini, dalam Pasal 3A ayat (1) PP 58/2010:
(1) Untuk dapat diangkat sebagai pejabat PPNS, calon harus memenuhi persyaratan,
a. masa kerja sebagai pegawai negeri sipil paling singkat 2 (dua) tahun;

b. berpangkat paling rendah Penata Muda/golongan III/a;

c. berpendidikan paling rendah sarjana hukum atau sarjana lain yang setara;

d. bertugas di bidang teknis operasional penegakan hukum;

e. sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter pada rumah sakit pemerintah.
f. setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan pegawai negeri sipil paling sedikit bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir; dan
g. mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan di bidang penyidikan.Ini kami garis bawahi” katanya.( Red*3)

Check Also

Harga Sandal di JM Swalayan Rp 500 Ribu Rupiah

Palembang-Sejumlah pengunjung JM Swalayan di Kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel), mengeluhkan mahalnya harga sandal eceran …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *