Monday, 17 January 2022
Home / JUSTISIA / Suriyanto Klarifikasi Terkait Dugaan Perzinaan

Suriyanto Klarifikasi Terkait Dugaan Perzinaan

BANYUWANGI – Mendanggapi beredarnya rumor perzinaan yang menimpa dirinya, Suriyanto (67) beserta Andik anaknya mendatangi kantor media Tipikor Investigasi yang berada di Jalan Raya Brawijaya Desa Kedong Rejo Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi. Suriyanto mengaku ingin mengklarifikasi rumor dugaan perzinaan yang menimpa dirinya.
Andik yang mewakili Suriyanto mengatakan tuduhan ini berawal karena Widodo (44) warga Desa Kabat Mantren yang menuduh dirinya telah berzina dengan istrinya Munawaroh. Padahal hal itu tidak benar. Pada waktu itu ,tertangal 11 oktober 2021 Suriyanto mengaku didatangi oleh RT setempat dan juga Kepala Dusun Sido Mulyo. Tanpa tahu permasalahannya, saya disuruh ikut ke Balai Dusun Sidomulyo, guna meluruskan permasalahan tersebut.
Melihat kondisi Suriyanto sendiri yang sudah lanjut usia, Ia saat itu didampingi anaknya yang bernama Andik. Di balai dusun ternyata disana bapak saya sudah di tungu oleh suami Munawaroh. Saat itu Suriyanto mengaku dicecar berbagai pertanyaan dan semua yang hadir seolah terus memojokan dirinya bersalah. Karena tidak mau ambil pusing dan berlarutnya masalah, Suriyanto akhirnya mengakui kesalahannya dan berjanji tidak mengulangi perbuatan tersebut lagi.
Saat itu, untuk upaya perdamaian, Widodo selaku suami korban meminta ganti rugi Rp 1 juta untuk uang jajan anak. Dan hal tersebut disetujui kedua belah pihak. Bahkan kedua belah pihak sepakat berdamai dan tidak saling menuntut dan dituangkan dalam suatu peryataan kesepakatan bersama.
Andik selaku anak pun, saat itu menyutujui hal itu tanpa komentar apa apa dan langsung memberikan apa yang diminta keluarga korban yang menjadi syarat sahnya perjanjian tersebut ke suami munawaroh sebesar Rp 1jt agar tidak lagi saling menuntut.
Namun sayangnya perjanjian tersebut diingkari dan Widodo dan RT melaporkan kasus tersebut ke kepolisian. “Saya sangat kecewa dikarenakan merasa dipermainkan. Saya kasian karena bapak sudah lanjut usia,” jelas Andik.
Andik berharap TIPIKOR Investigasi bisa membantu memulihkan nama baik orang tua. “Saya ingin nama baik keluarga, orang tua saya itu bersih dari tuduan tuduan yang sudah beredar luas di masyarakat kita sehinga membuat kedua orang tua saya malu untuk keluar rumah. Karena permasalah ini ibunya jatuh sakit. Bapaknya juag stress karena mikir mendapatkan panggilan kedua terkait laporan tersebut.,” katanya.
Sementara itu, dengan Suriyanto dihadapan awak Tipikor Investigasi akhirnya berani bercerita terkait kronologis kejadian yang sebenarnya.
Pada waktu itu, dia mau berangkat kerja, dalam perjalanan Munawaroh teriak memanggilnya. Karena kenal, Suriyanto berhendi, menghampiri dan menanyakan kenapa dan ada apa memanggilnya. Saat itu Munawaroh mengatakan ingin meminjam uang untuk bayar HP nya. “pak aku utang ngono duwik e pak tak gae bayar hp ku wes wayae mbayar aku dorong nduwe duwek (pak saya pinjamin uang, saya pakai bayar hp. Sudah waktunya bayar tapi belum ada uang, red) pak..riyanto menirukan bahasanya Munawaroh. Dan Suriyanto.mengatakan yo engko sek lak enek engko tak kabari (ya nanti kalo ada saya kabari, red). Dan Munawaroh menjawab “yo lak iso seng cepet pak engko hp ku di jabel karo wong aku ra iso nelpon sampean (kalo bias cepat pak, nanti kalo diambil HP ku sama orang, saya nggak bisa telpon kamu, red).
Andik menambahkan lagi, Ternyata ucapan terakhir Munawaroh dijadikan acuan untuk memeras bapak saya. kenapa saya bilang begitu setelah uang sudah dikasih pinjam penyelesaian damai juga sudah, bahkan ada embel embel minta dana namun belakangan ini memang bapak saya itu tidak bercerita tentang adanya ancaman yang membuat bapak saya terpuruk.
Teryanta usut demi usut ada indikasi pemerasan terhadap bapak saya pasalnya sekarang aparat kepolisian sudah memangil dan akan dicabut bila ada uang Rp 50 juta.
Saya memohon agar sekiranya bapak saya terlepas dari perkara ini dan bersih, karena setiap harinya bapak dalam kondisi ketakutan karna seringnya di telpon orang yang tidak dikenal dengan nada ancaman. “Harapan saya agar suriyanto mendapatkan keadilan dan perlindungan hukum,serta selamat dari jerat hukum dan ancaman pemerasan,” pungkas Andik sambil menunjuk kan surat peryataan damai dan surat pangilan kepoisian polsek Muncar. (Sri Astutik)

Check Also

KEPSEK SMA 1 LEMONG DIDUGA PERINTAHKAN SATPAM TOLAK WARTAWAN

Peaisir Barat-Kepala sekolah menengah atas(SMA)1Lemong Nur Soraya diduga memberikan perintah kepada penjaga sekolah agar menolak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *