Monday, 18 October 2021
Home / JUSTISIA / Skandal Herman: Kata 2 Orang Wanita yang Mengaku Dilecehkan

Skandal Herman: Kata 2 Orang Wanita yang Mengaku Dilecehkan

OKI-Baru-baru ini sedikitnya dua perempuan yang mengaku korban pelecehan calon kepala desa muara batun, Herman Harun, bersaksi mereka mengalami pelecehan seksual yang dilakukan Herman.

“Tangannya menyentuh pinggul dan paha serta payudaraku,” kata M, salah satu korban, saat ditemui wartawan pada Senin, 4 Oktober 2021.

M mengatakan tindakan calon kepala desa Incamben bekas penghulu ini dihadapan wartawan. M didampingi oleh temannya. M menceritakan, pertama kali dilecehkan Herman saat ia masih bekerja dengan Herman. Perempuan itu mengaku, Herman meremas payudara dan pinggulnya sambil melontarkan kata-kata yang tak pantas.

“Saat itu, saya sedang bekerja di rumahnya,” ujarnya. Tiba-tiba Herman mendekati dirinya dan langsung memeluk dari belakang. Dia kemudian memeluk M dari belakang dan memegang payudara M. M mengaku memberontak dan merasa takut atas kejadian tersebut.

Selain M, seorang perempuan lain mengaku pernah diperlakukan tidak senonoh oleh Herman. L mengaku pernah dilecehkan atau disentuh oleh Herman.

L mengakui bahwa Herman pernah meraba-raba dia. Bahkan L mengaku Herman pernah merangkulnya dan menciumnya.

L ada wanita kedua dari sekian banyak wanita yang mengaku pernah dilecehkan oleh Herman.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Forum Keadilan Rakyat Indonesia, Ansori AK, dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, bahwa Herman mengunakan kursi jabatan kepala desa sebagai kedok untuk melancarkan aksi cabulnya,” kata dia.

Hingga laporan ini selesai ditulis dan dimuat ke publik, Herman Harun selalu kepala desa muara batun belum bisa dikonfirmasi oleh wartawan.

SANGKUT SUMSEL

Check Also

Keluhkan Pungutan Liar di Puskesmas Jejawi, Warga: Padahal Gratis

OKI-Warga puluhan Desa di Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), mengeluhkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *