Sabtu, 24 Juli 2021
Home / INVESTIGASI / Ruang Atap Sekolah Terancam Ambruk

Ruang Atap Sekolah Terancam Ambruk

Kondisi atap gedung SDN Tipar Desa Nanggerang, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terancam ambruk. | Sumber foto: Iqbal. S. Achmad.

SUKABUMI – Karena kondisi rangka penyangga atap mengalami kerapuhan, ruangan kelas 6 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tipar, di Kampung Tipar, Desa Nanggerang, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terpkasa tidak bisa digunakan, dan terancam ambruk. Terlihat atap dan plafon sekolah sudah rapuh dimakan usia.

Bagian oprasional SDN Tipar, Encep Maulana mengatakan, pihak pengelolah sekolah sangat khawatir bilamana proses belajar mengajar mulai diberlakukan tatap muka, sewaktu-waktu bisa ambruk menimpa siswa maupun warga yang tinggal sekitar sekolah. Hal ini sudah di sampaikan ke Dinas terkait, sampai saat ini belum ada tanggapan.

“Sebenarnya pihak sekolah khawatir tentang kerusakan ini, tapi kepala sekolah sudah mengusulkan ke instansi terkait, tapi sampai saat ini belum ada tanggapan, harapannya segerah diperbaiki agar siswa bisa enak belajar maksudnya dalam keadaan pandemik Corona , saat ini sekolah belum bisa bertatap muka. tapi sangat khawatir kalau sudah ada ijin belajar tatap muka sekolah masih seperti ini, mohon diperbaiki mohon diperbaiki dari Dinas, “kata Encep Maulana dihadapan awak media.

Encep mengungkapkan, dua tahun sebelumnya, dua ruangan kelas ambruk akibat angin kencang dan hujan deras. Namun saat di renovasi, hanya diperuntukkan dua ruangan kelas, sehingga kondisi bangunan sekolah tidak sepenuhnya aman bagi para pengajar maupun siswa dan warga sekitar.

“Kalau ada faktor dibangunnya sudah lama sih, mungkin juga faktor cuaca, tapi sudah lama tidak ada perbaikan dari Dinas. Dari sekolah diupayakan diperbaiki tidak maksimal. Kalau disebelah sudah diperbaiki, satu ruangan mungkin dari sananya, sekolah mengusulkan tiga-tiganya diperbaiki, tapi tidak tahulah dari dinasnya cuma dikasih dua katanya, alhasil, jadi seperti itu satunya lagi hampir roboh, rawan gitu, “Ungkap encep.

Mengenai dana perbaikan gedung sekolah yang roboh dua tahun lalu, apakah dana darurat hanya diperuntukan dua ruangan kelas. Encep menyebutkan, yang penting sekolah tetap dibangun.

“Sebenarnya yang dibutuhkan DAK lah kalau bisa, tapi kalau memungkinkan untuk tidak ada dananya bisa sih yang penting diperbaiki, “Sebut Encep.

Masih kata Encep, kedepannya pihak sekolah khawatir, bilamana sudah diberlakukan belajar tatap muka, ruangan tersebut digunakan, harus antisipasi kondisi ruangan kelas, jangan sampai kejadian dua tahun lalu terulang.

“Sampai saat ini tatap muka belum, kemungkinan nanti kalau mulai tatap muka pastilah dipakai, tapi hati-hati makainya seperti itu. khawatir sih, makanya warga sudah pada tahu keadaan sekolah seperti itu, tapi apalah daya sekolah tidak bisa membangun secepatnya, tapi muda-mudahan saya berharap bisa diperbaiki secepat supaya tidak ada korban seperti dulu, beruntung ditahun lalu ga ada waktu sekolah terjadinya, jadi relatif amanlah, “Pungkasnya.(Iqbal. S. Achmad)

About admin

Check Also

Pengusaha di balik Calon

OKI-Pengakuan salah satu tim sukses dari nomor urut tiga (3) calon kepala desa muara batun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *