Monday, 18 October 2021
Home / INVESTIGASI / RP 40 MILYAR, PROYEK PIPA BALOKANG PATROL TAK ADA HASIL, PEMERINTAH MERUGI

RP 40 MILYAR, PROYEK PIPA BALOKANG PATROL TAK ADA HASIL, PEMERINTAH MERUGI

pemasangan pipa yang tidk menggunakan urugan pasir, galian kedalamannya dan lebar nya tidak sesuai

Banjar – Satuan Kerja SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy, pada tahun anggaran 2014 telah merealisasikan pekerjaan Pipa Balokang Patrol dengan nilai 21 Milyar, alhasil proyek tersebut gagal saat di lakukan pengujian Pipa jebol sehingga PDAM enggan menerima hasil pekerjaan tersebut karena tidak berpungsi total.

Tahun 2019 di turunkan kembali anggaran dengan nama paket PENYEMPURNAAN BALOKANG PATROL, tetap saja belum ada hasilnya bagi masyarakat, atas gagal nya proyek tersebut pemerintah di rugikan mencapai 25 milyar Rupiah, di duga gagal mutu dan perencanaan yang asal asalan sehingga berdampak kepada kualitas mutu pekerjaan tidak maksimal yang akhirnya proyek tersebut terbengkalai.

Tahun anggaran 2021 pemerintah menyetujui kembali anggaran untuk proyek tersebut dengan pagu anggaran sebesar Rp. 15.986.000.000. dengan judul PEMBANGUNAN JARINGAN PIPA TRANSMISI AIR BAKU BALOKANG PATROL TAHAP II yang dimenangkan oleh PT. MELINDO PRATAMA PUTRA dengan harga penawaran Rp 12.789.000.000,_

Pro kontra berbeda pendapat, menyoal apakah proyek sesion 3 ini akan mangkrak juga ? atau selesai tepat pada waktu nya ? melihat kondisi lapangan saat ini, masa kontrak hanya beberapa minggu lagi, apakah dengan sisa waktu tersebut pekerjaan itu akan selesai pada waktunya ?

Menurut Suseno Suherman seorang ahli teknis bidang Konstruksi serta sebagai pemerhati jasa konstrusi mengatakan, GALIAN TANAH dari mulai Patok 1 (Profil Number) sampai dengan 137 kedalaman pipa dalam gambar harus minimal 1+ elevasi kedalamannya, jika pipa di pasang harus mencapai 1,7 meter dengan lebar 70 cm dan setiap Profil Number ber Variasi sesuai Rencana dan Exsisting nya bahkan ada yang mencapai 2 meter lebih kedalamannya, pakta lapangan lebar galian hanya ada 50 Cm, tidak ada ruang untuk urugan pasir sesuai tertuang dalam gambar 15 Cm yang melindungi pipa dan untuk galian nya rata-rata kurang dari 1,7meter bahkan ada yang 80 cm, Nanti kita hitung berapa volume galian yang telah di laksanakan agar kita tahu indikasi penyelewengan yang akan merugikan keuangan negara, yang harus di Pertanyaan, Apakah galian tanah sudah sesuai dengan gambar perencanaan / Uitzet yang telah ada, katanya.

Di tambhkannya, Menyoal pemasangan pipa stainlees tidak di perlukan lagi pasir untuk pelindung nya ? dasarnya apa , JUSTISIFIKASI nya apa dalam Pemasangan pipa tidak menggunakan pengurugan pasir sebagai pelindungnya ? baik Pipa STANLES HDPE PVC pasir dengan pipa adalah senyawa dalam teknis pemasangan nya, 15 CM pasir melindungi pipa dari tekanan apapapun , ketika tidak di pasang apakah pipa tersebut akan aman dan bertahan lama tanpa pasir urug dengan pakta kedalaman pipa yang ada pada saat ini? Lalu Bagaimana dengan anggaran dalam kontrak/RaB tertulis Rp230.000.000, untuk urugan pasir ? apakah Amandemen atau Adendum/ CCO/MC atau dengan istilah lainya, bisa merubah atau menghilangkan item pekerjaan yang sudah ada ? menurut nya kata Suseno, adendum atau dengan istilah lain nya, itu berkaitan dengan menambah atau mengurangi volume pekerjaan yang ada, bukan untuk menghilangkan itemnya apalagi untuk mayor item pekerjaan yang harus dilaksanakan, tambahnya.

Di lanjutkannya, melihat PAPAN NAMA tercantum tanggal pelaksanaan 240 Hari kalender di mulai tanggal 15 Januari 2021 Sampai dengan 11 September 2021 Apakah dengan sisi waktu yang ada, pekerjaan tersebut dapat di selesaikan secara total ? Sedangkan melihat kondisi lapangan saat ini Progresnya belum tercapai sesuai apa yang di targetkan,
selain itu MELIHAT RAB perencanaan yang telah dilelangkan banyak item pekerjaan yang sengaja dihilangkan ketika di teliti itu merupakan mayor item yang harus dilaksanakan, yang jadi Pertanyaan apakah Mayor Item bisa di alihkan atau di hilangkan ? Apa dasarnya menghilangkan atau mengganti item pekerjaan tersebut ? kami menilai perencanaan yang mereka lakukan sebelumnya terkesan asal asalan, sehingga terjadi banyaknya mayor item yang hilang dalam perubahan nya,, maka dari itu kami perlu tahu alasan dan penjelasannya, walaupun nantinya ada CCO/MC yang akan di lakukan, tegasnya.

Ketika hal ini di konfirmasikan tak satupun dari pihak Balai Besar Sungai Citanduy dari mulai pengawas pelaksana teknis PPK Direksi sampai kepada Satuan Kerja Satker nya pun bungkam tertutup dan enggan memberikan tanggapan soal konfirmasi media ini terkesan mereka ada sesuatu yang di sembunyikan sehingga terjadi konspirasi menutup komunikasi dengan pihak external tentang proyek tersebut, (tim/shen)

Check Also

Keluhkan Pungutan Liar di Puskesmas Jejawi, Warga: Padahal Gratis

OKI-Warga puluhan Desa di Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), mengeluhkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *