Monday, 18 October 2021
Home / JUSTISIA / Ribuan Warga Terpapar Debu Batubara di Muara Enim

Ribuan Warga Terpapar Debu Batubara di Muara Enim

Muara Enim-Sedikitnya 1000 jiwa warga di Kelurahan Pasar Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan (Sumsel), mengeluh tentang embusan partikel halus dari aktivitas kendaraan pengakut baru bara. Akibat terpapar debu batu bara, sejumlah warga terjangkit penyakit infeksi saluran pernapasan atas atau ISPA, seperti batuk-batuk, asma, dan sakit tenggorokan.

“Belum ada pemeriksaan medis dan bantuan apapun dari pihak perusahaan,” kata Saiful (42) warga setempat, Jumat, 18 September 2021.

Tumpahan batu bara juga berdampak buruk pada kondisi jalan. Warga yang mayoritas penduduk desa setempat merasa terganggu akibat terpapar debu batu bara.

Sebelum aktivitas pengangkutan batubara melintasi jalan di desa itu, kata Saiful, warga setempat sangat merasa nyaman saat berada di rumah.

“Sekarang pulang kerja, pulang dari kebun, kami sudah tidak merasa nyaman saat beristirahat di rumah,” ujarnya.

Masyarakat setempat sebenarnya sangat resah dengan maraknya pengangkutan batu bara yang melintasi pemukiman warga tersebut. Ia mengakui belum pernah ada warga setempat yang menerima kompensasi dari pihak perusahaan. Akibat dari terpapar debu batu bara secara terus menerus, warga setempat mengaku tidak nyaman saat berada di rumah.

Pantauan Tipikor Investigasi.com di lapangan, paparan debu halus dan tumpahan batu bara secara kasat mata terlihat disepanjang jalan provinsi diwilayah Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim.

“Apalagi kalau lagi konvoi, debunya banyak sekali, kami terpaksa menutup pintu rumah rapat-rapat. Karena kalau tidak, debu batu bara itu masuk ke dalam rumah,” ujar Saiful.

Ketua RT 02 Kelurahan Pasar Tanjung Enim, Aidil, mengatakan warga memprotes keras kepada pihak perusahaan. Selain debu batu bara, ia dan warga setempat juga memprotes suara berisik dari aktivitas kendaraan pengakut batu bara karena hilir mudik secara berkonvoi.

Ia mengakui jika warga setempat sama sekali tidak pernah diperhatikan oleh pihak perusahaan. Kata Aidil, bukan cuma debu beterbangan, namun batu bara juga berhamburan hingga radius 1 kilometer.

Ia berharap, pihak perusahaan segera melakukan tes kesehatan bagi warga yang terpapar debu batu bara. Aidil mengaku selama ini pihak perusahaan belum pernah memberikan kompensasi kepada warga. “Kemana dana CSR perusahaan itu,” ujarnya.

Terpisah, ketua Dewan Pimpinan Pusat Forum Keadilan Rakyat Indonesia Ansori AK saat dibincangi wartawan via telepon seluler mengatakan. Dampak buruk dari aktivitas angkutan batu bara pasti ada. Setiap warga negara berhak untuk mendapatkan fasilitas umum dan khusus serta hidup rukun dan damai karena dilindungi oleh undang-undang,” tegasnya.

SANGKUT SUMSEL

Check Also

Keluhkan Pungutan Liar di Puskesmas Jejawi, Warga: Padahal Gratis

OKI-Warga puluhan Desa di Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), mengeluhkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *