Monday, 18 October 2021
Home / JUSTISIA / Razia Knalpot, Omset Penjualan Turun Drastis

Razia Knalpot, Omset Penjualan Turun Drastis

Palembang-Maraknya razia knalpot racing oleh pihak pihak kepolisian berdampak pada merosotnya omset penjualan knalpot after market (Suku Cadang Pengganti Yang Dibuat Oleh Perusahaan Selain Produsen Asli Kendaraan) yang memiliki suara bising.

Penjualan knalpot lokal mengatakan mengalami penurunan penjualan semenjak kepolisian gencar merazia sepeda motor dan mobil dengan knalpot racing.

Tak tanggung-tanggung dampak razia knalpot bising ini hingga merosot kan omset penjualan lebih dari 50 persen.

“Dalam satu minggu biasanya kita bisa jual 100 knalpot, tapi akhir-akhir ini cuma bisa jual 10 sampai 15 knalpot,” kata Awen, pemilik toko onderdil kendaraan di Palembang, Jumat, 8 Oktober 2021.

Awen menjelaskan konsumen yang menyukai knalpot racing rata-rata dari kalangan anak-anak muda. Mungkin karena takut dirazia polisi mereka kembali mengunakan knalpot standar.

Pasar terbesar Red Muffler di Kota Palembang, Sumatera Selatan, dan di 15 Kabupaten Kota yang kini justru sangat ketat merazia sepeda motor dan mobil dengan knalpot racing.

Untungnya bisnis knalpot Red Muffler masih terbantu dari penjualan ke luar daerah. Menurut Awen, penindakan knalpot racing di daerah di 15 kabupaten kota di Sumatera Selatan tidak begitu ketat.

“Ada razia di 15 kabupaten kota di Sumatera Selatan, tapi cuma ditilang. Knalpotnya tidak disita.”

TIM

Check Also

Keluhkan Pungutan Liar di Puskesmas Jejawi, Warga: Padahal Gratis

OKI-Warga puluhan Desa di Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), mengeluhkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *