Monday, 18 October 2021
Home / JUSTISIA / POLRES SUKABUMI TANGKAP OKNUM PNS KONSUMSI NARKOBA

POLRES SUKABUMI TANGKAP OKNUM PNS KONSUMSI NARKOBA

Tersangka DF, praktekan menggodok narkoba dari berbagai ramuan sebelum dikonsumsi untuk menghilangkan rasa pahit. | Sumber foto: Iqbal. S. Achmad.

SUKABUMI – Seorang oknum PNS berinisial DF, berprofesi guru di salah satu Sekolah Dasar di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ditangkap oleh Polres Sukabumi. Pasalnya, DF kedapatan mengkonsumsi narkoba jenis ganja. DF konsumsi ganja dengan cara digodok berbagai ramuan agar menghilangkan rasa pahit.

Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah didampingi Kasat Narkoba AKP Kusmawan mengatakan, Selain menangkap DF, dua minggu berikutnya, Polisi juga menangkap 11 orang tersangka dari 9 kasus narkoba dan obat-obatan peredaran terbatas yaitu, narkotika 3 kasus, obat keras terlarang 6 kasus. Dari 9 kasus dan 11 tersangka, terdapat barang bukti berupa adonan roti isinya campuran bahan narkoba berasal dari barang bukti milik guru inisial DF.

“Dari dua minggu kita sudah bisa ungkap 11 tersangka, kasus narkotika ada 3 kasus, obat keras terlarang 6 kasus, jadi total 9 kasus. Untuk 11 tersangka ini ada satu PNS aktif seorang guru kelas 4 SD di daerah Kecamatan Surade,” kata Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah didampingi Kasat Narkoba AKP. Kusmawan, Senin (4/10/2021).

Sementara itu, tersangka DF dihadapan wartawan mengaku, adonan roti merupakan ramuan yang dibuatnya sebelum konsumsi narkoba agar rasanya tidak pahit ditenggorokan.

“Dicampur air (buah) nanas Selain rasa buah nanas, rasa susu, dicampur daun ganja dengan madu. Agar rasanya tidak terlalu pahit di tenggorokan, kadang dicampur dengan rasa dari roti kadang dicampur madu,”Jelas DF.

Dedy menyebutkan, dari tangan tersangka DF, Polisi mengamankan sejumlah barang bukti

“Untuk BB guru tersebut, narkotika jenis daun ganja kering 46 gram, satu bungkus kertas pahpir, 1 unit handphone dan 1 bilah pisau belati,”Ujar Dedy.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Sukabumi AKP Kusmawan menjelaskan, oknum guru tersebut mulai kecanduan narkoba pasca dirinya mengalami kecelakaan tahun 2019 silam. Untuk menghilangkan rasa sakit bekas operasi patah tulang. Karena sulit mendapatkan narkotika jenis sabu, tersangka memilih konsumsi daun ganja.

“Menurut dari keterangan pelaku hal itu berawal dari berawal dari kecanduan mengkonsumsi narkotika jenis sabu, sehingga berlanjut mengkonsumsi menyimpan narkotika jenis ganja. Dia pesannya sabu, tapi karena tidak kunjung datang narkotika jenis sabu tersebut yang ada hanya ganja, sehingga ganja tersebut yang dia kuasi dan konsumsi. Mengapa mengkonsumsi narkoba pengakuannya mengalami kecelakaan pada sebelum tahun 2019, dia memulai mengkonsumsi narmoba jenis sabu itu 2019 karena untuk menghilangkan rasa sakit akibat kecelakaan. Sejauh ini keterangannya untuk konsumsi sendiri, dapat barang dengan modus tempel di jalur Parungkuda,”Jelas Kusmawan. (Iqbal. S. Achmad)

Check Also

Keluhkan Pungutan Liar di Puskesmas Jejawi, Warga: Padahal Gratis

OKI-Warga puluhan Desa di Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), mengeluhkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *