Kamis, 24 Juni 2021
Home / INSPIRASI / Petugas Pos Lansia di Kabupaten Sukabumi, Bergaji 150 Ribu Rupiah Perbulan

Petugas Pos Lansia di Kabupaten Sukabumi, Bergaji 150 Ribu Rupiah Perbulan

SUKABUMI – Karwaji, kakek berusia 65 tahun, warga Kampung Cisurupan, Rt 07, Rw 01, Desa Nanggerang, Kecamatan ampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, bekerja sebagai petugas Pos, pengantar surat bergaji 150 ribu perbulan.Surat yang dititipkan oleh petugas kantor pos untuk melanjutkan mengantar surat ke berbagai alamat yang dituju berada dipelosok Wilayah Kecamatan Jampangtengah yang tidak bisa dijangkau oleh kendaraan roda dua.

Kakek Karwaji yang beristrikan Yani yg kini usianya 60 tahun, memiliki anak 3 dan 4 cucu, mengantar surat menelusuru jalan perakmpungan dan pegunungan untuk sampai ke alamat surat yang dituju. Walaupun berbagai kondisi dihadapi, Karwaji tetap mengantar surat sebagai amanat dan kewajiban yang diembannya. Sebelum mengantar surat, terlebih dahulu memilah dan menyusun sesuai alamat yang ditujua.

“Sebelum antar surat, suratnya dipilih-pilih sesuai alamat yang dituju, “Kata Karwaji saat awak media menemui dikediamannya merangkap kantor Pos.

Karwaji yang sudah sepuh ini mengaku, hanya menerima gaji perbulan 150 rupiah. dirinya ikhlas menjalankan sebagai petugas pengantar sejak 16 tahun lalu. Gaji segitu tidak bisa menunjang pekerjaannya apalagi tas tentengnya sudah tidak layak pakai. Agar suart tidak basah terkena air hujan, tas hanya bisa ditutup menggunakan karet gelang. Selain itu, sepatu yang digunakan sudah sobek dan berlobang, sehingga jari kakinya menjulur keluar.

“Yah, pekerjaan ngantar surat sudah 16 tahun, digaji 150 ribu. Tasnya sletingnya tidak bisa ditutup, ditutup pakai karet agar tidak kena hujan, “Akunya Karwaji`

Adapaun kendala dalam perjalanan mengantar, keluh Karwaji, surat, bilaman hujan turun dan membawa barang berat berupa barang paket, terpaksa dipikul pakai karung, itupun jarak yang ditempuh ada sampai puluhan kilometer. Hujan deras turun disatu kampung yang daratannya rendah, kadang melewati air sungai yang meluap dan merendam perkampungan, dirinya harus tetap melintasi agar bisa cepat sampai ke alamat ditujuan.

“Daerahnya dekat sungai, hujan deras turun, airnya meluap. Ya,harus tetap diantar sampai dialamatnya, biar cepat, “Keluh Karwaji.

Bilamana surat baru datang, menjelang sore dan alamatnya jauh, lanjut Karwaji, tetapkan akan diantar walaupun sampai dirumah menjelang malam. Bila ditunda, maka keesok harinya surat berikutnya semakin menumpuk, dan beban semakin bertambah bilamana ada paket berupa barang. Selama ini, jarang merasakan terima uang tip dari pemilik surat, hanya berkata terima kasih. Bila kemalaman dan kehujanan serta tidak memungkinkan melanjutkan perjalanan, Karwaji tetap harus pulang.

“Kalau sore suratnya datang, tetap saja diantar. Kalau besok kan, adalagi surat, suratnya numpuk, ditambah barang paket, tambah berat bawanya. Kalau sampai malam, harus tetap pulang, “Lanjutnya.

Disaat senggang tidak ada surat diantar, dirinya mencari rumput untuk memakankan hewan ternak miliknya yang berada dibelakang rumah sekaligus teras rumahnya merangkap sebagai Kantor Pos seadanya yang dilengkapi poster perkodean rute perjalanan pos.

“Tidak ada surat, pergi ngarit rumput untuk kasih makan domba dibelakang rumah, “Ucap Karwaji.

Sebagai seorang pengantar surat di usianya yang sudah sepuh, dirinya berharap ada perhatian pemerintah untuk menunjang kesejahteraan hidupnya dan manfasilitasi agar mempermudahkan tugas yang diembannya terutama menghadapi musim hujan. Beruntung saat ini, Karwaji menerima sepeda dari seorang dermawan Komunitas Sosial Sahabat Kristiawan Peduli, untuk meringankan beban tugasnya sebagai petugas Pos pengantar surat.

“Harapan saya, ingin diperhatikan sama pemerintah disejahterakan, biar kerjanya muda. Alhamdulillah, ada yang kasih sepeda yang peduli sama saya biar antar suratnya gampang. Nanti barangnya ditaroh disepeda, “Harap Karwaji. (Iqbal. S. Achmad)

About admin

Check Also

Kabel APILL Exit Tol Celikah Dicuri

OKI-Aksi pencurian kabel lampu penerangan jalan kembali terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *