Kamis, 24 Juni 2021
Home / INVESTIGASI / Penunjukan Pemenang Pembangunan Tempat PKL Ngawi Cacat Hukum, Negara Dirugikan Rp 490.567.476

Penunjukan Pemenang Pembangunan Tempat PKL Ngawi Cacat Hukum, Negara Dirugikan Rp 490.567.476

NGAWI – Dinas Perdagangan Perindustrian Dan Tenaga Kerja Kabupaten Ngawi tahun anggaran 2020 mendapat alokasi Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah sebesar Rp 16.276.000.000 yang dialokasikan untuk 52 kegiatan. (data terlampir, red).

Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan kami adalah Pekerjaan Pembangunan Tempat PKL dengan Pagu anggaran Rp 9.1 miliar.   Pada proses tender tersebut ada 149 perusahaan yang mendaftar namun hanya 12 perusahaan yang memasukan penawaran. Dan PT. BUMI MAS   PERDANA Jl. Pahlawan  No.  1  Parakan  –  Temanggung  (Kab.)  –  Jawa  Tengah  dengan  harga  penawaran  Rp 8.129.545.917,65 dinyatakan sebagai pemenang.

Namun anehnya, PT. BUMI MAS PERDANA yang sudah dinyatakan sebagai pemenang dalam proses tender dan lolos Evaluasi Administrasi, Evaluasi Teknis dan Evaluasi Kualifikasi akhirnya dianulir dengan alasan yang terkesan mengada ada. Dan sebagai gantinya ditunjuk PT. GALA KARYA Jl. Jaksa Agung  Suprapto  IV  No.  98  Gresik  –  Gresik  (Kab.)  –  Jawa  Timur  dengan  nilai  penwaran  Rp 8.620.113.390,85 sebagai Pemenang Berkontrak. Sehingga pada proses tender ini ADA KETIDAKHEMATAN ANGGARAN RP 490.567.473.

Hasil investigasi TIPIKOR, penunjukan PT. GALA KARYA tidak mendasar dan terkesan cacat hukum. Bahkan proses anulir PT BUMI MAS PERDANA terkesan dipaksakan dan mengada ada. Pejabat Pembuat  Komitmen  (PPK)  seolah  tidak  percaya  hasil  evaluasi  yang  dilakukan  Unit  Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa. Bagaimana mungkin, Perusahaan yang sudah dinyatakan Pemenang harus dianulir padahal sudah dinyatakan lolos Evaluasi Administrasi, Evaluasi Teknis dan Evaluasi Kualifikasi dan hingga diputuskan sebagai pemenang sampai batas akhir sanggahan tidak ada yang mempermasalahkan.

Ada kesan perusahaan ini dipaksa untuk mundur karena adanya tekanan atau kompensasi, karena dengan mundurnya PT BUMI MAS PERDANA, setidaknya ada uang negara Rp 500 juta yang bisa menjadi BANCAKAN”.

Menurut Berita Acara Rapat Persiapan Penunjukan Penyedia Paket Pekerjaan Pembangunan Tempat PKL NOMOR 050/08.2290/404.108/2020 PT. BUMI MAS PERDANA dinyatakan gagal/tidak mampu sehingga digantikan oleh pemenang Cadangan I yaitu PT. GALA KARYA.

Setidaknya ada tiga poin yang membuat PT. BUMI MAS PERDANA dipaksa dianulir diantaranya:

a.   Teraso sesuai yang di persyaratkan lokasi Muntilan atau Temanggung tetapi dukungan yang disampaikan PT. BUMI MAS PERDANA berasal dari Cirebon

b.   Terakota Bata eskpose  sesuai  yang  persyaratkan lokasi  Mojosari  tetapi  dukungan  yang disampaikan PT. BUMI MAS PERDANA berasal dan Sidoarjo dan Cirebon

c.   Monumen Renggong dan Monumen Tangan sesuai yang dipersyaratkan lokasi Jogjakarta tetapi dukungan yang disampaikan PT. BUMI MAS PERDANA berasal dari Surakarta

Karena tiga pioin di atas PT. BUMI MAS PERDANA dinyatakan gagal dan tidak bisa melaksanakan pekerjaan sesuai dengan yang dipersyaratkan dan ditetapkan, dukungan material/barang/bahan yang dipersyaratkan dalam PraSPPBJ hari ini tidak sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan dan ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan. (CATATAN: Kalo memang dukungan  material/barang/bahan sesuai yang dipersyaratkan dalam dokumen lelang kenapa tidak gugur dalam Proses Lelang)

Hal ini sangat kontradiksi dengan putusan Berita Acara Rapat Persiapan Penunjukan Penyedia Paket Pekerjaan Pembangunan Tempat PKL poin 1 disebutkan Proses Pemilihan penyedia barang/jasa sudah dilaksanakan oleh Pokja Pemilihan XI Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kab. Ngawi sesuai dengan prosedur yang ditetapkan/berlaku.

PEKERJAAN PEMBANGUNAN TEMPAT PKL TERINDIKASI ADANYA PERSENGKONGKOLAN JAHAT ADANYA TINDAK PIDANA KORUPSI KOLUSI DAN NEPOTISME YANG BERPOTENSI MENGAKIBATKAN KERUGIAN KEUANGAN DAERAH.

Pengadaan Teraso, Terakota batu eskpose, Monumen renggong dan Monumen tangan yang mensyaratkan  dari  lokasi  tertentu  MENGINDIKASIKAN  ADANYA  MONOPOLI  DALAM  PAKET TERSEBUT. SEHINGGA KUAT DUGAAN PAKET TERSEBUT ADALAH TITIPAN/SUDAH DIARAHKAN KE SALAH SATU KONTRAKTOR.

Ada indikasi lain, Pengadaan Teraso, Terakota batu eskpose, Monumen renggong dan Monumen tangan yang mensyaratkan dari lokasi tertentu tersebut dimungkinkan karena ADANYA KOMITMEN FEE DARI DISTRIBUTOR KE OKNUM PEJABAT DI DINAS PERDAGANGAN PERINDUSTRIAN DAN TENAGA KERJA KABUPATEN NGAWI. (TITIP HARGA)

Ada kesan Kata “EX” dalam Spesifikasi Tehnik diartikan bahwa produk pengadaan barang tersebut harus dari kota tersebut, padahal makna “EX” adalah Setara secara mutu/kwalitas. Berapa kerugian dari mark-up harga dan volume pekerjaan?? (Bersambung/Sen)

About admin

Check Also

Bencana Pendidikan di Kampung Halaman Besan Presiden SBY

OKI-Sekretaris Dinas (Sekdin) Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Dedi Rusdianto S.Pd,. M.Si, ditengarai terlibat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *