Saturday, 25 September 2021
Home / RAGAM / Pengusaha di balik Calon

Pengusaha di balik Calon

OKI-Pengakuan salah satu tim sukses dari nomor urut tiga (3) calon kepala desa muara batun yang mengaku mendapat sokongan dana dari salah satu pengusaha didesa setempat mengundang tanda tanya. Benarkah ada orang yang rela mengelontorkan uang dalam jumlah besar untuk kemudian dibagi-bagikan kepada masyarakat setempat secara cuma-cuma tanpa meminta imbalan? Demikian laporan investigasi Tipikor Investigasi.com, Selasa 20 Juli 2021.

Kepada Tipikor Investigasi.com, salah seorang tim sukses dari nomor urut tiga (3) calon kepala desa muara batun membeberkan rahasia tentang adanya dugaan keterlibatan seorang pengusaha dibelakang calon kepala desa muara batun nomor urut tiga.

Penyokong dana calon kepala desa muara batun nomor urut tiga adalah salah satu orang terkaya di desa muara batun ini. Sebagai tim sukses kami akan dibiayai oleh mereka. Cukup besar, sekitar ratusan juta rupiah,” ungkap pria yang tidak mau namanya ditulis itu.

Namun, benarkah dana puluhan juta rupiah itu digelontorkan oleh sang pengusaha kepada calon kepala desa muara batun dari nomor urut tiga (3), Junaidi?

Data hasil investigasi Dewan Pimpinan Pusat Forum Keadilan Rakyat Indonesia mengungkap secara gamblang tentang adanya dugaan keterlibatan oknum pengusaha dibelakang calon kepala desa muara batun dengan nomor urut tiga itu.

“Kami sudah mengantongi nama pengusaha itu, dia adalah salah satu kontraktor di PT Pulp and Paper. Data dari Dirjen Pajak sudah kami dapatkan, yang bersangkutan diketahui diduga sama sekali tidak membayar pajak,” ungkap Ansori AK.

“Tim investigasi kami sudah tahu siapa cukong di belakang calon kepala desa muara batun nomor urut tiga itu.

Ah, semua warga di desa muara batun pasti tahu siapa dia. Beliau juga menekuni bisnis minyak secara ilegal,” kata Ansori AK.

Dalam penelusuran Tipikor investigasi.com, uang senilai Rp 38.500.000 yang diberikan kepada panitia Pilkades di desa muara oleh calon kepala desa muara batun nomor urut tiga (3), Junaidi, diduga adalah uang yang didapat dari pengusaha minyak ilegal di PT OKI Pulp and Paper itu.

Hal itu dibenarkan sumber Tipikor Investigasi.com yang juga merupakan anggota tim sukses calon kepala desa muara batun nomor urut tiga, Senin, 19 Juli 2021.

Menurutnya untuk menjalankan dan mendanai pencalonan Junaidi sebagai calon kepala desa muara batun nomor urut tiga, Alipan siap mengelontorkan dana dalam jumlah besar,” bebernya.

“Alipan hanya sebagai sponsor. Dia sudah bertahun-tahun menjalankan bisnis dengan kepala desa muara batun nomor urut tiga, Junaidi, sewaktu Junaidi masih menjabat sebagai kepala desa muara batun pada tahun 2003 hingga 2015,” ujarnya.

Dia adalah pemilik Indomaret di desa muara batun ini, kata dia, dan beliau juga adalah salah satu kontraktor di PT OKI Pulp and Paper,” tuturnya.

Tidak hanya membiayai calon kepala desa muara batun dengan nomor urut tiga, di desa muara batun ia dikenal sebagai seorang pengusaha yang diduga turut membiayai tim sukses setiap ada pemilihan kepala desa di desa muara batun.

Salah satu contoh, Alipan menggelontorkan puluhan juta rupiah untuk membayar gaji tim sukses dari calon kepala desa muara batun nomor urut tiga di dusun dua di desa muara batun.

Salah satu rumah milik warga di desa muara batun dijadikan markas oleh tim sukses dari calon kepala desa muara batun nomor urut tiga, Junaidi.

Awalnya, rumah itu hanya sebagai tempat untuk ngobrol dan diskusi lalu kemudian dijadikan sebagai salah satu tempat markas oleh tim sukses Junaidi.

Dirumah itu, beberapa orang dari pemerintah desa setempat kerap terlihat. Ketua rukun tetangga, mantan perangkat desa, dan beberapa orang anggota LSM.

Tipikor Investigasi.com sempat mendatangi rumah di dusun dua di desa muara batun itu pada Senin 19 Juli 2021 pagi namun berdasarkan keterangan dari salah seorang warga yang kebetulan sedang melintas di depan rumah itu mengatakan bahwa rumah itu sedang dalam keadaan kosong.

“Biasenye rami bekompol, tapi dari pagi pecak ne sepi,” kata pria kurus itu.

Tipikor Investigasi.com sempat mengelilingi rumah di dusun dua di desa muara batun itu, tapi tak ada seorangpun ada di dalam rumah tersebut.

Semua pihak seharusnya menghormati peraturan yang sudah dibuat oleh pemerintah. Semua aktivitas money politik dan penyebaran fitnah adalah kampanye hitam.

“Aparat kepolisian dan TNI harus mengawal proses berjalannya Pilkades di desa muara batun sampai dengan selesai. Siapa saja yang terbukti melanggar harus ditindak tegas,” kata dia.

Konfirmasi kepada Alipan belum berhasil. Seorang tim sukses dari calon kepala desa muara batun dari nomor urut tiga, berinisial B, mengantakan sorotan terhadap pengusaha yang memiliki kekayaan miliaran rupiah itu sebagai sponsor di Pilkades di desa muara batun mulai ramai. Hingga laporan ini selesai ditulis, Tipikor Investigasi.com masih terus mencoba melakukan konfirmasi kepada pemilik toko Indomaret di desa muara batun itu, tetapi hingga saat ini belum mendapat konfirmasi.

SANGKUT SUMSEL

Check Also

Diduga Korupsi ADD, Datuk Penghulu di Rohil Ditahan Kejari

ROKAN HILIR – SB alias C selaku Datuk Penghulu Sungai Majo Pusako, Kecamatan Kubu Babussalam, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *