Kamis, 24 Juni 2021
Home / INVESTIGASI / Pemberian Kredit Bank Jateng Cabang Purwokerto ke CV AR Diduga Menyimpang

Pemberian Kredit Bank Jateng Cabang Purwokerto ke CV AR Diduga Menyimpang

Menimbulkan Risiko Kredit Rp 8.4 Miliar

PURWOKERTO – Pemberian kredit CV AR di Bank Jateng Cabang Purwokerto terindikasi adanya praktik tindak pidana korupsi yang Menimbulkan Risiko Kredit Sebesar Rp8.441.166.506,00. Beberapa aturan perbankan pun ditabrak untuk memuluskan aksi jahat tersebut, diantaranya; Penerbitan Surat Persetujuan Pemberian Kredit (SP2K) mendahului Memorandum Analisa Kredit (MAK) yang telah disetujui oleh PPK sesuai limit kewenangan. Jaminan Kredit Proyek berupa Purchasing Order (PO) Tidak Sesuai Ketentuan. Standing Instruction tidak digunakan dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan Penolakan Klaim Asuransi oleh Jamkrindo Dalam pelaksanaannya

Perlu diketahui, data yang kami terima dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait Laporan Hasil Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu Atas Operasional Pada PT Bank Pembangunan Daerah Jaw A Tengah T Ahun 2018 Dan 2019 (s.d. Semester I) dengan Nomor : 111/LHP!XVIII.SMG/11/2019 Tanggal : 18 November 2019 menyebutkan Pada tahun 2016, CV AR mendapat Pekerjaan Pengadaan Batu Ballas sebanyak 180.000 m2 untuk Proyek Pembangunan Jalan Kereta Api Indonesia (KAI) antara Stasiun Purwokerto sampai Stasiun Kroya Wilayah 5 Daop Purwokerto. Pelaksanaan pekerjaan berdasarkan Purchasing Order (PO) Nomor 70/PJGCK/X/2016 sebesar Rp63.000.000.000,00 dengan jangka waktu pekerjaan mulai tanggal I November 20 16 sampai dengan 24 Desember 2017.

Berdasarkan PO pekerjaan tersebut, CV AR mengajukan permohonan fasilitas kredit kepada Bank Jateng Cabang Purwokerto sebesar Rp10.000.000.000,00 untuk tambahan modal kerja. Daftar jaminan kredit yang diajukan oleh debitur berupa:

1)            Termyn netto Proyek Pekerjaan Pembangunan double track KAI antara stasiun Purwokerto sampai stasiun Kroya wilayah DAOP V Purwokerto sebesar Rp57.272.727.273,00, diikat dengan cessie senilai Rp57.272.727.273 ,00;

2)            Penjaminan asuransi dari Jamkrindo dengan klausul case by case sebesar I 00%  dariplafondkredit atau sebesar Rp10.000.000.000,00; dan

3)            Cash collateral sebesar 10% dari plafond kredit atau sebesar Rp 1.000.000.000,00.

Atas pengajuan kredit tersebut, CV AR memperoleh penyaluran fasilitas kredit sebesar Rp10.000.000.000,00 pada tanggal 20 Desember 2016 sesuai dengan Perjanjian Kredit Nomor 24 tanggal 20 Desember 2016 dengan jangka waktu 12 bulan. Pengujian atas persetujuan pemberian kredit dan analisis jaminan debitur diketahui permasalahan sebagai berikut:

1)Penerbitan SP2K mendahului MAK yang telah disetujui oleh PPK sesuai limit kewenangan

Tim Analis memproses pengerjaan kredit setelah memperoleh surat permohonan dan kelengkapan berkas permohonan, melakukan verifikasi debitur melalui BI checking, melakukan pengujian lapangan/OTS ke lokasi stock ballas kricak bersama dengan pihak asuransi dan tim analis kantor pusat, dan melakukan verifikasi ke Pemberi Kerja. Sesuai ketentuan, persetujuan SP2K harus didasarkan atas MAK yang telah disetujui oleh PPK sesuai limit kewenangan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Surat Persetujuan Pemberian Kredit (SP2K) Nomor 2660/KRD.Ol.Ol/003/2016 telah disetujui pada tanggal 2 Desember 2016, sedangkan hasil evaluasi dan verifikasi sebagaimana tertuang dalam Memorandum Usulan dan Keputusan Kredit (MUKK) dan Memorandum Analisa Kredit (MAK) dibuat pada tanggal 14 Desember 2016. Hal tersebut menunjukkan bahwa penerbitan SP2K debitur CV AR telah mendahului hasil evaluasi dan verifikasi MAK.

2)Jaminan Kredit Proyek berupa PO Tidak Sesuai Ketentuan.

Sesuai dengan SK Direksi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah Nomor 0229/HT.O 1.0112015 fasilitas kredit proyek bisa diberikan jika ada Surat Perjanjian Kerjasama/SPMK dengan jaminan utamanya adalah termyn netto yang diikat dengan cessie. Dalam pelaksanaan, CV AR mendapat fasilitas kredit berdasarkan PO dari Balai Teknik Perkeretaapian kelas I wilayah Jawa bagian tengah, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementrian Perhubungan dengan nilai proyek sebesar Rp63.000.000.000,00. Jaminan utama berupa termyn yang diterima atas Paket Pekerjaan dengan termyn netto dalam bentuk PO sebesar Rp57.272.727.273,00 diikat secara cessie piutang notarial.

Basil konfirmasi Bank Jateng kepada Satker perihal konfirmasi PO pada tanggal 5  Oktober 2018 tentang kebenaran dan validitas data PO, diberikan tanggapan oleh bendahara Satker (an PPK Kegiatan Pembangunan Jalur Ganda Cirebon- Kroya) bahwa PO tersebut bukan sebagai kontrak pekerjaan pengadaan ballas kricak melainkan hanya sebagai pemberitahuan untuk CV AR mengenai total kebutuhan ballas kricak untuk pembangunanjalur ganda Purwokerto- Kroya, dan satker tidak berhak melakukan kontrak pekerjaan pengadaan ballas, akan tetapi berhak mengetahui kontrol mutu hasil laboratorium ballas kricak yang akan dikirim di lapangan. Sedangkan yang berhak berkontrak untuk pengadaan ballas kricak adalah kontraktor pelaksana pekerjaan.

3)Standing Instruction tidak digunakan dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan.

Rekening pembayaran yang tercantum dalam PO adalah rekening CV AR yang ada di Bank Mandiri. Untuk memitigasi hal tersebut, Analis membuat Standing Instruction yang memerintahkan Pemberi Kerja untuk melakukan pembayaran ke Rekening CV AR yang ada di Bank Jateng dan disetujui oleh Pejabat Satker serta CVAR.

Hasil verifikasi penyebab kredit NPL tertuang dalam Memorandum penanganan debitur NPL tanggal 27 Maret 2018, laporan dari a! iran kas di rekening CV AR yang masuk ternyata tidak satupun merupakan pembayaran transaksi termyn dari Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah Kegiatan Pembangunan Jalur Ganda Cirebon Kroya terkait Pembayaran PO Nomor 10/PJGCK/X/2016 tanggal 11 Oktober 2016. Sedangkan pembayaran angsuran pokok dan bunga yang dilakukan adalah dari hasil setoran yang bersangkutan baik melalui Bank Jatengn maupun transfer dari bank lain.

4)Penolakan Klaim Asuransi oleh Jamkrindo

Dalam pelaksanaannya, pekerjaan dilakukan addendum sebanyak satu kali, melalui surat dari satker nom or 570/P JGCK/XII/20 17 tanggal 8 Desember 2017 perihal pengadaan ballas. Hingga terbit Surat Persetujuan Perpanjangan Kredit Nomor 2663/KRD.Ol.Ol/003/2017 yang mengatur perpanjangan jangka waktu penyelesaian pekerjaan menjadi tanggal 20 Desember 2018. Selain itu terdapat perubahan jaminan berupa cash collateral dengan nilai sebelurnnya sebesar Rpl.OOO.OOO.OOO,OO menjadi sebesar Rp957.400.000,00. Dengan adanya nilai perubahan cash collateral pada addendum pekerjaan, jumlah yang diblokir sebesar Rp957.400.000,00.

Pada tanggal 29 Desember 2018 cash collateral dicairkan sebesar Rp957.400.000,00 yang menjadi pengurang pokok angsuran. Posisi outstanding pokok ptnJaman per 15 November 2019 sebesar Rp7.631.693.063,00 dan tunggakan bunga sebesar Rp809.473.443,00. CV AR dalam posisi kolektibilitas 5 (macet) pada Bulan Desember 2018.

Permohonan klaim diajukan ke Jamkrindo tanggal27 Desember 2018. Jamkrindo memberikan jawaban pada tanggal 7 Januari 2019 dan 12 April 2019 perihal kekurangan berkas klaim CV AR. Klaim tidak turun karena tidak adanya dokumen putus kontrak antara pemberi kerja dengan CV AR.

Hal tersebut disebabkan oleh Tim Analis Kredit, Tim Administrasi Kredit, dan Pejabat Pemutus Kredit Bank Jateng Cabang Purwokerto dalam mengusulkan, menganalisis, merekomendasikan, dan menyetujui pemberian fasilitas kredit proyek tidak mematuhi ketentuan terkait Kredit Proyek yang telah ditetapkan. (SEN/MPH)

About admin

Check Also

Kabel APILL Exit Tol Celikah Dicuri

OKI-Aksi pencurian kabel lampu penerangan jalan kembali terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *