Monday, 18 October 2021
Home / PENDIDIKAN / PELAJAR DI SUKABUMI PATUNGAN BIAYA OPERASIONAL PERAHU KE SEKOLAH

PELAJAR DI SUKABUMI PATUNGAN BIAYA OPERASIONAL PERAHU KE SEKOLAH

Siswa SDN Ciloma, tengah melintasi sungai Cikaso, menuju Sekolah menggunakan perahu milik warga. | Sumber foto: Iqbal. S. Achmad)

SUKABUMI – Siswa pelajar SDN Ciloma dan SMPN 4 Cibitung Satu Atap, Kecamatan Cibutung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, untuk sampai ke Sekolah, para siswa harus patungan beli bahan bakar operasional perahu milik warga atau milik salah satu keluarga siswa menyusuri Sungai Cikaso, sebagai mana diketahui, sungai tersebut, merupakan kawasan habitan hewan buas jenis Buaya muara. Jumat (1/10/2021).

Pera pelajar ini, berasal dari kampung dan desa di Kecamatan Cibitung dan Kecamatan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi,Jawa Barat. Untuk bisa sampai ke Sekolah, mereka menempuh perjalanan 45 menit menggunakan perahu menyusuri sungai Cikaso, merupakam akses satu-satunya tranportasi.

Salah satu pengajar honorer SDN Ciloma, Obod warga kampung Lingkungsari, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, mengatakan, posisi kedua sekolah tersebut, berada di bantaran Sungai Cikaso, siswanya berasal dari Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, dan Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud. Mereka berangkat dan pulang sekolah harus menggunakan perahu.

“Jumlah siswa SDN Ciloma, dari kelas 1 hingga kelas 6, semuanya 71 orang, dengan pengajar 3 honorer, satu PNS Kepala Sekolah, “Kata Obod, merupakan pengajar honorer SDN Ciloma.

Obod mengaku, Sejak 2015, dirinya menjadi tenaga honorer di SDN Ciloma, memiliki siswa kurang lebih 40 orang. Mereka datang dan pulang menggunakan perahu menyebrang dan menyusuri Sungai Cikaso ke SDN Ciloma. Mereka berasal dari Kampung Cikepel, Kampung Ciletak serta Kampung Cibugel Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud.

“Selama ini perahu yang dipergunakan milik pribadi, ada juga yang punya tetangga, pihak sekolah tidak memiliki perahu. Untuk biaya bahan bakar, anak – anak patungan Rp 1000, juru mudinya pak Latip juga honorer di SDN Ciloma,” beber Obod yang berharap ada perahu milik sekolah sehingga bisa lebih nyaman.

Begitu juga dikatakan Indra Firmansyah, pengajar SMPN 4 Cibitung Satu Atap memiliki 2 unit perahu, masing-masing perahu untuk siswa, dan satunya untuk para pengajar. Mereka juga berangkat dan pulang patungan beli bahan bakar operasional.

“Untuk bahan bakarnya, para siswa udunan Rp.1000, sedangkan untuk para pengajar bergiliran membayar Rp.20 ribu. perahu tersebut merupakan bantuan dari perusahaan Bima Sakti Care , dan para alumni lulusan Jogja 89,”Kata Indra Firmansyah guru SMPN 4 Cibitung Satu Atap.

Menurut Indra, tempat iya mengajar (SMPN 4), jumlah siswa 50 orang, serta pengajar 8 orang honorer, 2 orang PNS, serta Plt Kepala Sekolah. Siswa berasal dari kedusunan Kadudahung, Desa Cibitung, juga dari Kampung Cilampahan, Kampung Cirorongkeng, serta Kampung Cikadu, Kecamatan Cibitung.

“Kalau musim hujan, arus deras dan sungai banjir, untuk menjaga keselamatan, kegiatan belajar diliburkan, baik SDN Ciloma, maupun SMPN 4 Cibitung,”Sebut Indra.

Sejak diberlakukannya PPKM level 2 di Kabupaten Sukabumi, para pelajar SDN dan SMP ini kembali menjalani pembelajaran tatap muka. Saat menyusuri sungai Cikaso, perahu-perahu yang ditumpangi pelajar, harus melewati kawasan habitat buaya muara. (Iqbal.S.Achmad)

Check Also

Keluhkan Pungutan Liar di Puskesmas Jejawi, Warga: Padahal Gratis

OKI-Warga puluhan Desa di Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), mengeluhkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *