Monday, 18 October 2021
Home / INVESTIGASI / Pekerjaan Jalan Sungai Kelik Siduk KPK, Kejagung Dan Mabes Polri Segera Usut Indikasi korupsi

Pekerjaan Jalan Sungai Kelik Siduk KPK, Kejagung Dan Mabes Polri Segera Usut Indikasi korupsi

Ketapang – Pekerjaan umum badan pembinaan konstruksi dan sumber daya manusia dalam rangka pelaksanaan proyek jalan merupakan bagian yang sangat penting, agar seluruh jajaran pelaksana mampu melaksanakan langkah-langkah prosedur pelaksanaan proyek jalan sesuai dengan kaidah dan ketentuan yang berlaku. Standar prosedur dalam pelaksanaan proyek Siduk – Sungai Kelik.2 di Kab. Ketapang Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dengan sumber dana sebesar Rp.102 Milyar.

Pengawasan pekerjaan jalan milik Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tidak berada di tempat, untuk memastikan rencana kerja sesuai dengan dokumen kontrak, Analisis temuan berbagai jenis kerusakan pada permukaan perkerasan jalan Proyek Siduk-Sungai Kelik.2 yang menelan anggaran 102 Milyar. Saat awak media Investigasi di lapangan Jum’at (1/10/21), adanya temuan kepadatan spesifkasi optimum LPA dan LPB Tidak Jelas dan asal-asalan. Ketebalan dan Campuran Bahan LPB-LPA yang asal campur dapat menjadi penyebab rendahnya daya dukung lapis pondasi timbunan LPA dan LPB-nya tidak maksimal sehingga tidak memenuhi persyaratan spesifikasi. Tebal lapis perkerasan yang kurang dari ketebalan rencana dapat memperlemah struktur perkerasan secara keseluruhan.

Dasar lapis pondasi dan lapis permukaan terindikasi tidak Jelas timbunan ketebalan dan Campuran LPB (Lapisan Pondasi Bawah) maupun LPA (Lapisan Pondasi Atas). Ketebalan hamparan timbunan LPB setinggi 18.cm dan ketebalan Tinggi LPA 25 cm, mengingat Timbunan LPB-LPA sudah ada dasar jalan yang lama, sehingga timbunan ketebalan tidak merata disebabkan badan Proyek jalan sudah ada tinggal menimbun di kiri-kanan badan jalan saja, sehingga indikasi Mafia ketebalan hamparan timbunan pengerasan Proyek Jalan Siduk-Sungai Kelik.2 terkesan indikasi kuat adanya potensi Mafia mengurangi Volume timbunan LPB-LPA yang ada.

Ironisnya lagi, pihak pemilik Pekerjaan Satker dan PPK maupun pelaksana mengambil Bahan tanah timbunan Tanah pilihan jenis Laterit asal ambil di sepanjang Proyek jalan Siduk-Sungai Kelik di kawasan Hutan Lindung dan di tepian tiang Listrik, sehingga Tiang listrik mau tumbang akibat tanah di tepian Tiang listrik di ambil pelaksana Proyek PT.DAMAI CITRA MANDIRI (DCM) bekejasama dengan PT.TRIFA ABADI, indikasi dugaan proyek jalan Siduk-Sungai Kelik tahap 2 belum lagi tahap 1 (satu) di sinyalir asal-asalan kerja tidak menunjukkan proyek yang berkualitas dan bermutu, adanya potensi Korupsi pengadaan satuan barang/jasa di pengadaan Tanah Laterit yang mana mengasak kawasan Hutan Lindung dan mafia Fisik Volume LPB-LPA.

Seyokyanya KPK, Kejagung dan Mabes Polri segera Audit Indikasi Korupsi Jalan Siduk-Sungai Kelik dari Tahap 1 (satu) dan 2 (dua) dari pengadaan tanah Timbunan dan kawasan pengambilan Tanah tersebut hingga fisik proyek, saat ini proyek yang baru dikerjakan sudah banyak yang rusak akibat Pelaksana dan PPK tidak profesional dan dalam pelaksanaannya di duga ada indikasi permainan Kongkalikong antara PPK dan Pelaksana. Proyek jalan baru di bangun sudah rusak serta bahu jalan tidak di timbun, sungguh luar biasa Pelaksana PT.DCM, KS0 PT. TRIFA ABADI dan PPK asal kerja, adanya potensi Proyek Mark-Up dan proyek Ladang Korupsi 102 Milyar tahap.2, apa lagi tahap 1 proyeknya sudah pada rusak.

Pengawas pelaksana.Uten mengatakan Ketebalan Hamparan Hoxmik 6,5 cm dengan perbedaan kelas hamparan Hoxmiknya dan ketebalan timbunan LPB. 18 cm dan ketebalan hamparan timbunan LPA.25 CM, dan untuk tanah timbunan pengadaan dan izin saya tidak tau, ada pengurus proyek ini namanya Pendi hubungi saja dia,” Pungkas Uten.

Awak media konfirmasi lanjut bersama Pendi yang pegang proyek 102 Milyar Siduk-Sungai Kelik tahap.2, Saudara Pendi dengan conkaknya mengatakan dengan nada yang marah Kapasitas anda menanyakan proyek saya kenapa dan ada apa, hati-hati anda ya membuat beritanya,” timpal Pendi pemegang proyek 102 milyar ala bak bergaya preman.

Hingga sampai saat ini Media Tipikor Investigasi konfirmasi bersama pemilik Proyek Dinas PU provinsi Pontianak belum ada tanggapan dan jawaban perihal pengadaan Tanah yang di kerok di kawasan Hutan Lindung dan mengambil tanah di tepian tiang listrik hingga tiang listrik mau tumbang dikerenakan tanah di tepian tiang diambil dan ditimbunkan ke jalan proyek 102 Milyar dan ketebalan LPB-LPA tidak jelas serta jalan yang baru di bangun sudah rusak berlobang dan terkelupas. KPK, Kejagung dan Mabes Polri segera Audit indikasi korupsi jalan Siduk- Sungai Kelik dari tahap 1 sampai tahap 2. (Yan.s)

Check Also

Keluhkan Pungutan Liar di Puskesmas Jejawi, Warga: Padahal Gratis

OKI-Warga puluhan Desa di Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), mengeluhkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *