Saturday, 25 September 2021
Home / INVESTIGASI / JAKSA AGUNG TELITI 55.000 TRANSAKSI TERKAIT KORUPSI JIWASRAYA

JAKSA AGUNG TELITI 55.000 TRANSAKSI TERKAIT KORUPSI JIWASRAYA

Jakarta – ST Burhanuddin (Jaksa Agung) mengatakan kasus korupsi Jiwasraya terdapat 55 ribu transaksi yang dicurigai sebagai alur korupsi di tubuh Jiwasraya. Burhanuddin mengatakan untuk mengungkap kasus korupsi Jiwasraya harus diteliti transaksi tersebut.

“Tolong dimengerti dulu. Kami ini ya, ada transaksi saja 55.000 yang kami harus teliti,” kata Burhanuddin usai rapat kerja dengan Komisi III, di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020).
Burhanuddin lantas meminta diberikan waktu untuk menuntaskan kasus korupsi Jiwasraya. Saat ini dia mengatakan Kejaksaan Agung (Kejagung) fokus dalam pemeriksaan saksi-saksi.

“Itulah tenaga kami, itulah memang kami sedang fokus ke situ untuk saksi-saksi, tolonglah kasih waktu. Yakinlah saya akan sampaikan,” ujarnya.

Terkait pemeriksaan saksi-saksi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Burhanuddin menyebut telah melakukan pemeriksaan. Namun pemeriksaan belum masuk ke dalam fungsi pengawasan.

“OJK untuk memberikan saksi-saksi sudah, tetapi khusus untuk di mana OJK tidak melakukan pengawasan belum,” imbuhnya.
Dalam kasus dugaan korupsi Jiwasraya ini, Kejagung sudah menetapkan 5 tersangka. Mereka adalah:

  1. Komisaris PT Hanson, Benny Tjokrosputro
  2. Eks Direktur Keuangan PT Jiwasraya, Hary Prasetyo
  3. Presiden Komisaris PT Tram, Heru Hidayat
  4. Eks Dirut Jiwasraya, Hendrisman Rahim
  5. Eks Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya, Syahmirwan
    Sebelumnya, Kejagung menegaskan mengantongi alat bukti terkait sangkaan korupsi ini. Kelima tersangka sudah ditahan.

Anggota Komisi III Fraksi Demokrat, Benny K Harman, menyinggung eks Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo yang telah ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Benny menyinggung status Hary Prasetyo yang pernah mengisi jabatan di Kantor Staf Presiden (KSP).

“Mantan Direktur Keuangan Harry Prasetyo. Kalau follow the people, follow the man. Maka apakah Hary Prasetyo ini yang pernah menjadi Tenaga Ahli utama KSP. Itu kan,” kata Benny dalam rapat kerja Komisi III, di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020).

“Nah, ini follow the people ini. Jadi, kalau si Hary Prasetyo tadi pernah menjadi Direktur Keuangan 2008-2018, kemudian Pak Jaksa Agung yang dia jadi Tenaga Ahli Utama di KSP itu tahun berapa?” tambahnya.
Benny pun meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang turut hadir dalam rapat kerja, melaporkan proses pengusutan kasus Jiwasraya sejelas-jelasnya. Menurut Benny, Kejagung seharusnya mengusut orang yang terlibat, bukan aliran uang.
“Makanya kita ingin Pak Jaksa Agung tolong kasih kami laporan, laporan yang sejelas-jelasnya. Jadi ini follow the money tadi. Mengikuti adinda saya tadi dari PKS, saya mau follow the people. Follow the money, susah. Ikut manusianya,” ujar Benny. (FAS)
Jaksa Agung ST.Burhanuddin

Check Also

Diduga Korupsi ADD, Datuk Penghulu di Rohil Ditahan Kejari

ROKAN HILIR – SB alias C selaku Datuk Penghulu Sungai Majo Pusako, Kecamatan Kubu Babussalam, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *