Monday, 18 October 2021
Home / JUSTISIA / Heboh, Masyarakat Desa Muara Batun Grebek Cakades

Heboh, Masyarakat Desa Muara Batun Grebek Cakades

OKI-Sebuah rekaman percakapan berisi sejumlah warga masyarakat Desa Muara Batun, Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) saat melakukan pengerebekan terhadap pelaku serangan fajar, tengah ramai menjadi perbincangan warga di kampung dua di desa muara batun.

Seorang calon Incamben kepala desa muara batun, Herman Harun, digerebek warga kampung dua di desa muara batun. Diduga Herman Harun akan melakukan bagi-bagi uang kepada masyarakat kampung dua desa muara batun.

“Tadi malam sekitar pukul 01:00 WIB, Herman Harun digerebek warga saat sedang berada di salah satu rumah warga di kampung dua. Gerak-geriknya mencurigakan karena mendatangi rumah warga ditengah malam di masa tenang,” kata salah satu warga dusun dua di desa muara batun, Selasa (12/10/2021) malam dini hari.

Masyarakat dusun dua sempat mengintrogasi Herman Harun dan memintanya untuk segera meninggalkan rumah itu karena dianggap telah melakukan pelanggaran kampanye di masa tenang.

Berdasarkan hasil penelusuran Tipikor Investigasi.com, puluhan warga di dusun dua di desa muara batun mengaku telah menerima uang dari dua orang calon kepala desa muara batun.

“Jumlahnya Rp 300.000 dan Rp 200.000. Dari calon kepala desa nomor urut 2 dan 3,” kata K (58) warga setempat.

Ia mengatakan, aksi bagi-bagi uang itu diduga mulai dilakukan pada malam hari dengan cara mendatangi rumah warga.

Warga mengaku telah menerima sejumlah uang dari dua orang calon kepala desa muara batun. Kami diminta untuk memilih salah satu calon. Yang datang ada dua orang. Satu dari calon nomor urut 2 dan satunya lagi dari calon nomor urut 3,” ungkapnya.

“Herman Harun di gerebek di salah satu rumah warga di dusun dua. Kejadiannya sekitar pukul 01:00 WIB,” kata dia.

Menyikapi persoalan yang tengah menjadi perbincangan hangat warga di desa muara batun tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Forum Keadilan Rakyat Indonesia Ansori AK mengatakan, bahwa kasus tersebut sudah masuk dalam kategori pelanggaran.

“Kumpulkan semua bukti dan saksi. Semua barang bukti harus dikumpulkan,” imbuhnya melalui saluran telepon genggam.

Ia mengatakan, kasus dugaan serangan pajar/amplop politik di kampung dua di desa muara batun itu merupakan hasil tangkap tangan warga.

“Kami sangat berterimakasih kepada masyarakat desa muara batun. Kami sangat mengapresiasi warga atas keberanian mereka,” katanya.

TIM

Check Also

Keluhkan Pungutan Liar di Puskesmas Jejawi, Warga: Padahal Gratis

OKI-Warga puluhan Desa di Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), mengeluhkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *