Monday, 17 January 2022
Home / INVESTIGASI / GAWAT DANA HIBAH ” MENGALIR” KE RATUSAN MI SWASTA, LSM ARMI MINTA PENYIDIK PANGGIL KAMENAG

GAWAT DANA HIBAH ” MENGALIR” KE RATUSAN MI SWASTA, LSM ARMI MINTA PENYIDIK PANGGIL KAMENAG

Bogor – Setelah telah ramai menjadi bahan perbincangan soal Dana Hibah yang menjadi temuan BPKRI di Kabupaten Bogor senilai Rp 23 M.
Hasil investigasi Tim media bersama BAI ( Badan Advokasi Indonesia) dibeberapa lembaga penerima kuat dugaan ternyata pula terdapat ratusan MI ( Madrasah Ibtidyah) swasta dilingkup Kemenag ( Kementerian Agama) kabupaten Bogor selaku penerimanya.
” Setelah kami bersama tim turun mencek kebeberapa penerima Dana Hibah luar biasa ratusan penerima adalah MI dibawah naungan Kementeria Agama Se-kabupaten Bogor bahkan salah satu penerima yakni MI PUI wilayah Bogor barat ,ASY SYA ,BANIAH ( YPI-AS) beralamat di Kp.Pabuaran Kaum RT 04/2 desa Cibanteng – Ciampea yang dikepalai Baehaki mengakui hanya menerima Rp.7.200.000 pada bulan Desember 2020 juga ,ratusan MI swasta lainnya.
Hal ini tentu harus dikembangkan penyidik pada ranah panggilan atas dugaan kejanggalan dana APBD itu digelontorkan apa sesuai aturan dan mekanisme aturan atau memang ada sindikasi lain dalam modus mengeruk keuntungan orang perorang atau kelompok secara bersama- sama sesuai matrik unsur tindak pidana korupsi sesuai UU.31 tahun 1999 Jo UU.No.21 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi” tegas sekjen LSM ARMI ( Analisis Riset Monitoring Indonesia),Bung Gustap alumnus angkatan 34 ,IPB .
Selain hal tersebut ditambahkan dia
Informasi adanya temuan BPK RI soal dana hibah senilai Rp.23 M, dikabupaten Bogor tahun 2020 yang dinyatakan tidak dapat dipertanggungjawabkan menarik disimak bahkan diteruskan pada ranah penyelidikan.
Kami minta penyidik turun tangan adanya temuan dana hibah dikabupaten Bogor senilai Rp 23 M tahun 2020 dan agar penerimanya diungkap dan diusut kebenaranya.
Jangan ada orang atau kelompok orang mengambil keuntungan dibalik dana hibah ini.Selain ombudsman kini smber auditor yakni
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat menemukan pencairan dana hibah Rp 23 miliar yang janggal pada Pemerintah Kabupaten Bogor. Hibah itu terbukti ada dan dapat dicairkan namun tidak jelas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Ketua Tim Penaggungjawab Pemeriksa Keuangan BPK Jawa Barat, Nyra Yuliantina mengatakan aliran janggal dana hibah itu masuk dalam laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Tahun Anggaran 2020. “Dana hibah Rp 23 miliar dari APBD Pemerintah Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2020 belum dipertanggungjawabkan oleh sejumlah lembaga penerima dana hibah,” ujar Nyra dalam LHP Nomor 23A/LHP/VII.BDG/05/21, .( Agusbagja)

Check Also

KEPSEK SMA 1 LEMONG DIDUGA PERINTAHKAN SATPAM TOLAK WARTAWAN

Peaisir Barat-Kepala sekolah menengah atas(SMA)1Lemong Nur Soraya diduga memberikan perintah kepada penjaga sekolah agar menolak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *