Saturday, 25 September 2021
Home / INSPIRASI / Gadis Penjaga Warung Kopi Fasih Berbahasa Inggris Dan Menggambar

Gadis Penjaga Warung Kopi Fasih Berbahasa Inggris Dan Menggambar

Feby Ayu Arianti (17), gadis penjaga warung Kopi, fasih berbahasa Inggris, memperlihatkan gambaran hasil karyanya. (Foto: Iqbal. S. Achmad)

SUKABUMI – Feby Ayu Arianti (17), gadis belia penjaga warung kopi lulusan Sekolah Menengah Pertama di Kampung Cirendeuy, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, fasih berbahasa Inggris dan melukis. Gadis penjaga warung ini, terpaksa tidak bisa melanjutkan ketingkat SMA, karena terbentur biaya. Kini hanya bisa membantu kedua orang tuanya, setiap hari menjaga warung kopi dan jualan makanan ringan serta menunggu neneknya yang mengalami strok.

Gadis berwajah imut, manis dan pemalu ini, merupakan anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Aden Subandi dan Yani, memiliki kemampuan bercakap bahasa inggris dan menggambar serta melukis sejak duduk di Sekolah Dasar. Gambar dan lukisan hasil karyanya tidak kalah dengan para seniman ternama. Selain itu, sejumlah lagu Barat berbahasa Inggris, bisa dinyanyikan dengan sempurna.

Feby menjelaskan, bisa berbahasa Inggris dari membaca buku dan menonton tv serta berintegrasi dengan orang yang bisa berbahasa inggris. Dirinya terpaksa tidak bisa melanjutkan SMA, karena terbentur biaya. Padahal dirinya sangat berharap melanjutkan sekolah hingga ke jenjang lebih tinggi. Sedangkan kedua orang tuanya yang sehari-hari mencari nafkah berprofesi ojek pangkalan dan buka usaha warung kecil untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari serta biaya berobat neneknya yang mengalami sakit strok.

“Saya biasa belajar bahasa inggris dari membaca buku, nonton TV, ngobrol sama orang yang bisa bercakap Inggris. Sakarang tidak bisa lanjutin sekolah karena tidak ada biaya, saya bantu ibu jaga warung untuk kebutuhan sehari-hari, “Jelasnya Feby saat ditemui awak media diwarungnya.

Feby mengaku, dirinya memiliki bakat menggambar dan melukis menggunakan kertas jenis HVS dan pensil berwarna. Disamping itu, hobi menggambar dan melukis yang dimilki, kadang jasanya digunakan untuk dibuatkan gambar dengan bayaran 20 ribu Rupiah, hal ini dilakukan agar bakatnya terus tersalurkan.
“saya hobi menggambar dan melukis sejak kecil. Kalau ada orang minta digambarkan dirinya, selesai dalam sehari, dibayar 20 ribu, ”akunya Feby

Seorang pengunjung, bernama Kristiawan saputra, bersama keluarganya dalam perjalanan, mampir di Warung Feby, dirinya mengaku, sempat bercakap berbahasa Inggris dengan fasih sambil menikmati jajanan. Saat ditanya, Feby mengaku bercita-cita ingin menjadi seorang pelukis, sambil memperlihatkan lukisannya dan sempat menyanyikan beberapa lagu Barat berbahasa Inggris.

Kristiawan mengakui, lidah seperti Feby bagi seukuran orang Indonesia sudah fasih. Namun, agak gugup mengucapkan karena sejak tidak melanjutkan sekolah, kemampuan berbahasa inggris tidak diasah dan tidak pernah berintegrasi dengan orang lain yang fasih berbahasa inggris. Sedangkan Feby mengaku, sejak tidak sekolah, tidak pernah kemana-mana, hanya menunggu warung dan jaga neneknya. Sementara dilingkungannya, hanya menggunakan bahasa daerah sehari-hari.

“Setelah saya ngobrol, saya menangkap, Feby ini orangnya cerdas, tetapi dia kurang mengasah bahasa Inggrisnya, tapi kalau dilihat beberapa kata diucapkan, cukup limayanlah untuk lidah orang indonesia. kalau Feby mau mengasah lagi, atau ada yang membimbing bahasanya, Feby akan bisa menguasai bahasa Inggris dengan baik, “Akunya Kristiawan Saputra, sembari sambil menikmati pesanan jajanan di Warung Feby.

Kristiwan menyayangkan dan prihatin, kelebihan yang dimilik Feby yang selama ini tidak terekspos dan luput dari perhatian pemerintah setempat. Sebagaimana diketahui potensi yang dimilki feby adalah aset yang harus dipedulikan.
“Anak seperti Feby adalah aset bangsa yang harus dipedulikan terhadap anak-anak yang berhenti sekolah seperti Feby dan Feby-Feby yang lain, seharusnya tidak ada lagi seorang Feby yang putus sekolah, “Terangnya

Selain itu, lanjut Kristiwan, kendala yang dihadapi anak-anak seperti Feby, tidak terjangkaunya informasi tentang kelebihan yang dimilki Feby, dikarenakan tertutupnya akses ruang informasi dari pemerintah setempat.

“Kendalanya adalah,tertutupnya kran informasi, mulai dari informasi tingkat RT, RW, Kelurahan, seharusnya mereka lebih aktiv untuk bertanyaa. Jangan menunggu laporan, jadi mereka itu merasa tempat kita baik-baik saja, padahal tidak seperti itu. Mereka harus interaktiv kemasyarakat atau bertanya kenapa tidak lanjutkan sekolah atau kendala tidak mampu, itu bisa dipecahkan bareng-bareng gitu, “Tandasnya

Pihak pemerintah setempat sepantasnya memperhatikan dan memberikan solusi untuk menyalurkan bakat yang dimilki Feby sebagai aset sumber daya manusia yang sangat bermanfaat bagi bangsa dan negara. Semoga ada Feby-Feby lain bisa terlacak keberadaannya. (iqbal s ahmad)

Check Also

Diduga Korupsi ADD, Datuk Penghulu di Rohil Ditahan Kejari

ROKAN HILIR – SB alias C selaku Datuk Penghulu Sungai Majo Pusako, Kecamatan Kubu Babussalam, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *